Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tokoh Bulu Tangkis Dunia Sir Craig Reedie Meninggal Dunia pada Usia 84 Tahun

📅 Selasa, 07 Apr 2026, 17:22 WIB | Oleh:
Tokoh Bulu Tangkis Dunia Sir Craig Reedie Meninggal Dunia pada Usia 84 Tahun Doc: Antara/Reuters/DENIS BALIBOUSE
Ket. Presiden World Anti-Doping Agency (WADA) Craig Reedie dan presiden terpilih WADA Witold Banka tiba di konferensi pers setelah rapat luar biasa Komite Eksekutif WADA yang melarang atlet Rusia dalam semua acara olahraga selama empat tahun ke depan, di Lausanne, Swiss.

JAKARTA - Sir Craig Reedie, mantan Presiden Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang dikenal sebagai tokoh penting di balik masuknya cabang olahraga bulu tangkis ke program Olimpiade, meninggal dunia pada usia 84 tahun, Selasa (7/4).

BWF dalam pernyataan resminya menyampaikan duka mendalam atas kepergian Reedie yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden Kehormatan Seumur Hidup BWF dan dikenang sebagai figur berpengaruh dalam tata kelola olahraga dunia, termasuk melalui perannya di Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Badan Anti-Doping Dunia (WADA).

“Sir Craig adalah sosok yang membuka pintu Olimpiade untuk bulu tangkis. Saat menjabat Presiden IBF (sekarang BWF), ia memperjuangkan agar bulu tangkis masuk program Olimpiade dan hal itu terwujud pada Olimpiade Barcelona 1992,” kata Presiden BWF Khunying Patama Leeswadtrakul.

Ia menambahkan, kontribusi Reedie tidak berhenti setelah masa jabatannya berakhir, karena ia tetap menjadi sosok yang aktif memberikan pandangan dan dukungan bagi perkembangan bulu tangkis di level internasional.

“Setiap pemain bulu tangkis yang pernah tampil di Olimpiade memiliki jejak kontribusi Sir Craig di dalamnya. Ia juga selalu siap memberikan nasihat dan dukungan bagi olahraga ini,” ujarnya.

Sebelum menjadi administrator olahraga, Reedie merupakan atlet bulu tangkis yang pernah mewakili Skotlandia dan Britania Raya dalam berbagai kompetisi internasional. Setelah pensiun sebagai atlet, ia aktif dalam kepengurusan federasi bulu tangkis Skotlandia dan berperan dalam penyelenggaraan sejumlah turnamen internasional yang membantu meningkatkan profil bulu tangkis.

Pada 1981, Reedie menjadi presiden termuda International Badminton Federation (IBF) pada usia 40 tahun. Selama masa kepemimpinannya, ia berhasil menjaga stabilitas organisasi serta berperan dalam proses pengakuan bulu tangkis sebagai cabang olahraga Olimpiade yang disahkan IOC pada 1985.

Ia juga tercatat melakukan pendekatan langsung kepada Presiden IOC saat itu Juan Antonio Samaranch dengan mengundangnya menghadiri final Kejuaraan Dunia IBF 1983, yang kemudian menjadi salah satu momentum penting menuju debut bulu tangkis pada Olimpiade Barcelona 1992.

Selain itu, Reedie juga berperan dalam mendorong era profesional bulu tangkis dengan memperbolehkan atlet menerima hadiah uang serta memperkenalkan rangkaian turnamen World Grand Prix yang menjadi cikal bakal BWF World Tour saat ini.

Setelah menjadi anggota IOC pada 1994, Reedie terus berkontribusi dalam Gerakan Olimpiade, termasuk menjadi direktur panitia penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade London 2012 pada periode 2005 hingga 2012.

Presiden IOC Kirsty Coventry menyebut Reedie sebagai sosok yang mendedikasikan hidupnya bagi kemajuan olahraga dan nilai-nilai Olimpiade.

“Kontribusinya terhadap Olimpiade, sportivitas, dan pengembangan atlet di seluruh dunia akan terus dikenang,” kata Coventry.

Hal senada disampaikan Presiden World Athletics Sebastian Coe yang menyebut Reedie sebagai mentor sekaligus penasihat yang memiliki pengalaman luas dalam dunia Olimpiade.

BWF menyatakan warisan Reedie akan terus hidup melalui perjalanan bulu tangkis di Olimpiade serta nilai integritas dan profesionalisme yang ia tanamkan dalam olahraga dunia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rupiah Sentuh Level Terendah terhadap Dolar AS

55 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Rupiah Sentuh Level Terenda...

Jakarta Fair Akan Berlangsung Lebih Lama

1 jam lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Jakarta Fair Akan Berlangsu...
Megapolitan
Jakarta Model Percontohan P...
Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Dinamika Atmosfer Picu Banj...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

05 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.