Trump akan Bertemu Para Pemimpin Timur Tengah di Sela KTT G7 di Prancis
📅 Senin, 15 Jun 2026, 00:52 WIB | Oleh: Tim RedaksiDiplomasi Global
WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah mitra AS di kawasan Timur Tengah di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Prancis pekan ini.
Agenda tersebut menegaskan besarnya pengaruh konflik Iran terhadap dinamika geopolitik dan ekonomi global yang juga menjadi perhatian utama negara-negara Eropa.
Seorang pejabat senior pemerintah AS yang memberikan pengarahan kepada media dengan syarat anonim mengatakan Trump akan melakukan pertemuan bilateral dengan para pemimpin Prancis, Qatar, Uni Emirat Arab, Mesir, serta India.
Meski India dan negara-negara Timur Tengah tersebut bukan anggota G7, keterlibatan mereka dinilai penting dalam pembahasan isu energi, keamanan kawasan, dan stabilitas ekonomi global.
Sebaiknya Anda baca juga:
KTT G7 sendiri akan digelar di Évian-les-Bains pada 15–17 Juni, dihadiri oleh AS, Prancis, Jerman, Inggris, Kanada, Italia, Jepang, serta Uni Eropa.
Forum ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan internasional, khususnya akibat konflik di Iran yang berdampak pada pasokan energi dunia dan stabilitas pasar keuangan.
Pemerintah AS menyebut Washington dan Tehran saat ini tengah mendekati kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur strategis pengiriman minyak dan gas yang sebelumnya terdampak konflik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kesepakatan tersebut disebut dapat ditandatangani paling cepat pada Minggu, di sela KTT G7.
Seorang pejabat AS menyatakan pemerintahan Trump optimistis terhadap peluang tercapainya kesepakatan tersebut, meski implementasinya masih membutuhkan tindak lanjut dari negara-negara G7 dan mitra internasional lainnya.
Menurut dia, keberhasilan kesepakatan akan membuka ruang bagi langkah lanjutan dalam stabilisasi pasar energi global.
Dalam forum G7, Trump diperkirakan akan menyoroti sejumlah isu utama, termasuk pembangunan ekonomi, keamanan internasional, ketahanan rantai pasokan, perkembangan kecerdasan buatan (AI), deregulasi ekonomi, serta peningkatan produksi dan distribusi energi.
Agenda tersebut mencerminkan fokus Washington pada penguatan ekonomi domestik sekaligus stabilitas global.
Ketegangan geopolitik meningkat setelah konflik di Iran menyebabkan gangguan besar pada jalur perdagangan energi dunia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!