Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trump akan Bicara dengan Pemimpin Taiwan Pasca Kunjungan ke Beijing

📅 Kamis, 21 Mei 2026, 11:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Trump akan Bicara dengan Pemimpin Taiwan Pasca Kunjungan ke Beijing Doc: Japan Times
Ket. Presiden AS Donald Trump bersama Presiden Tiongkok Xi Jinping saat kunjungan ke Beijing, 13 Mei 2026

WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu (20/5), ia akan berbicara dengan Presiden Taiwan Lai Ching-te, seiring Gedung Putih mempertimbangkan penjualan senjata ke pulau demokrasi tersebut. 

"Saya akan berbicara dengannya. Saya berbicara dengan semua orang," kata Trump. Ia mengatakan telah mengadakan pertemuan yang baik dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping selama kunjungan kenegaraannya ke Beijing pekan lalu. 

"Kita akan mengusahakan itu, masalah Taiwan," kata Trump.

Taiwan sangat bergantung pada dukungan AS untuk mencegah potensi serangan Tiongkok, dan telah berada di bawah tekanan hebat untuk meningkatkan pengeluaran melalui investasi di perusahaan-perusahaan Amerika.

Sementara itu, Presiden Taiwan Lai Ching-te pada hari Rabu mengatakan bahwa "kekuatan asing" tidak dapat menentukan masa depan pulau demokrasi tersebut, yang sangat bergantung pada dukungan keamanan AS untuk mencegah potensi serangan Tiongkok. 

Pernyataan Lai muncul beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump menyarankan penjualan senjata ke Taiwan dapat digunakan sebagai alat tawar-menawar dengan Tiongkok, yang mengklaim pulau itu sebagai bagian dari wilayahnya.

"Masa depan Taiwan tidak dapat ditentukan oleh kekuatan asing, dan juga tidak dapat disandera oleh rasa takut, perpecahan, atau kepentingan jangka pendek," kata Lai dalam pidatonya untuk menandai tahun kedua masa kepresidenannya. 

Komentar Trump dalam sebuah wawancara dengan Fox News dan di atas pesawat Air Force One setelah kunjungan kenegaraan ke Beijing pekan lalu di mana Presiden Tiongkok Xi Jinping mendesak pemimpin AS untuk tidak mendukung Taiwan .

Sejak saat itu, pemerintahan Lai terus menyerang, bersikeras bahwa kebijakan AS terhadap Taiwan tidak berubah dan bahwa Trump tidak membuat komitmen apa pun kepada Tiongkok terkait penjualan senjata ke pulau tersebut.

Taipei mengatakan bahwa Tiongkok adalah "akar penyebab" ketidakstabilan regional dan penjualan senjata AS merupakan komitmen hukum untuk membela demokrasi di pulau tersebut.

Dalam pernyataannya pada hari Rabu, Lai mengatakan pemerintahnya meningkatkan pengeluaran pertahanan untuk "mencegah perang", bukan untuk memulainya, dan mencatat bahwa "ancaman lebih besar dari sebelumnya". 

"Taiwan harus memiliki kemampuan untuk melindungi diri sendiri dan menjaga perdamaian serta stabilitas di Selat Taiwan ," kata Lai.

Lai mengatakan Taiwan bersedia untuk "terlibat dalam pertukaran yang sehat dan tertib dengan Tiongkok" atas dasar kesetaraan, tetapi ia menegaskan "kami tidak akan mengorbankan kedaulatan dan cara hidup demokratis kami."

Kantor Urusan Taiwan Tiongkok mengatakan pidato Lai "penuh dengan kebohongan dan tipu daya, permusuhan dan konfrontasi," lapor Xinhua.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Hamparan Eceng Gondok Tutup...
Megapolitan
Pembangunan Tol Serang–Pa...

Produksi Beras Lokal Capai 5 Ton per Hektare

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Produksi Beras Lokal Capai ...
Nasional
Revisi UU Hak Cipta Karya J...

Edukasi untuk siswa SLB

2 jam lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Edukasi untuk siswa SLB
MILITER

TNI AD Tertibkan Rumah Dinas

2 jam lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
TNI AD Tertibkan Rumah Dinas
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Digitalisasi Masif! Kota Cirebon Kuasai Transaksi QRIS di Kawasan Ciayumajakuning

Digitalisasi Masif! Kota Cirebon Kuasai Transaksi QRIS di Kawasan Ciayumajakuning

11 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.