Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Investor Terus Cermati Perkembangan Kondisi di Timur Tengah, Berikut Proyeksi Rupiah Awal Pekan Ini 

📅 Minggu, 14 Jun 2026, 23:59 WIB | Oleh:
Investor Terus Cermati Perkembangan Kondisi di Timur Tengah, Berikut Proyeksi Rupiah Awal Pekan Ini  Doc: ANTARA/ Muhammad Adimaja.
Ket. Ilustrasi - Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta.

JAKARTA – Rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif dalam jangka pendek karena pasar keuangan global dibayangi ketidakpastian geopolitik, terutama meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Konflik tersebut mendorong investor cenderung mencari aset aman seperti dollar AS, sehingga memberi tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Pengamat mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong melihat jika optimisme terhadap proses perdamaian antara AS dan Iran tak berlanjut, maka minat investor terhadap aset berisiko, termasuk rupiah, diperkirakan kembali turun. Karenanya, Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Senin (15/6), bergerak fluktuatif di kisaran 17.700-17.850 rupiah per dollar AS.

Seperti diketahui, kurs rupiah terhadap dollar AS hingga Jumat (12/6), melemah 1.218 poin atau sekitar 7,26 persen sejak awal tahun ini. Dalam penutupan perdagangan, Jumat (12/6), nilai tukar rupiah menguat 129 poin atau 0,71 persen dari sehari sebelumnya menjadi 17.860 rupiah per dollar AS.

“Penguatan rupiah dipengaruhi kombinasi sentimen domestik yang meredakan kekhawatiran pasar terhadap fiskal,” ujar Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede di Jakarta, Jumat (12/6).

Dia menambahkan faktor domestik yang membantu rupiah adalah koordinasi Bank Indonesia (BI) dan pemerintah yang lebih kuat, kenaikan suku bunga acuan, daya tarik imbal hasil aset rupiah, serta data APBN Mei yang relatif lebih baik. Defisit APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) masih terkendali, keseimbangan primer surplus, dan pendapatan negara tumbuh cukup kuat.

Menurut dia, langkah BI menaikkan suku bunga acuan memberikan bantalan terhadap rupiah. Selain itu, penguatan data tarik Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) yang lebih tinggi mulai menarik kembali sebagian dana asing, terutama ke SRBI serta SBN tenor pendek dan menengah.

“Namun, pasar masih menunggu bukti bahwa disiplin fiskal tersebut bisa dipertahankan hingga akhir tahun, terutama karena belanja pemerintah biasanya meningkat pada semester kedua dan risiko subsidi energi masih besar,” ungkap Josua.

Di sisi lain, penguatan rupiah juga tertahan kombinasi penguatan dollar AS, kehati-hatian pelaku pasar menjelang akhir pekan, dan masih tingginya ketidakpastian global. “Berita dari Timur Tengah membuat dollar AS kembali diminati sebagai aset yang dianggap lebih aman. Pada saat yang sama, pelaku pasar masih mencermati arah suku bunga bank sentral Amerika Serikat dan imbal hasil obligasi AS. Selama dollar AS masih kuat dan harga minyak masih mudah bergejolak, rupiah tetap rentan meskipun BI sudah menaikkan suku bunga,” kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.