Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Suporter Jepang Bersihkan Stadion Usai Laga Piala Dunia Kontra Belanda

📅 Senin, 15 Jun 2026, 09:42 WIB | Oleh:
Suporter Jepang Bersihkan Stadion Usai Laga Piala Dunia Kontra Belanda Doc: AFP
Ket. Para suporter Jepang melakukan aksi bersih-bersih stadion usai laga Piala Dunia 2026 kontra Belanda, Senin (15/6) dini hari WIB.

ARLINGTON, AMERIKA SERIKAT — Suporter Jepang kembali mencuri perhatian di ajang Piala Dunia, bukan hanya karena dukungan mereka di tribun, tetapi juga karena kebiasaan unik membersihkan stadion setelah pertandingan.

Usai hasil imbang 2-2 antara Jepang dan Belanda di Texas, Senin (15/6) dini hari WIB, para pendukung Samurai Biru tetap bertahan di tribun untuk memungut sampah dan memastikan area tempat mereka menonton tetap bersih seperti saat mereka datang.

Dengan membawa kantong plastik biru, para suporter terlihat telaten mengumpulkan gelas bekas, bungkus makanan, dan berbagai jenis sampah lainnya. Bagi mereka, tindakan tersebut bukan sekadar kebiasaan, melainkan bagian dari budaya yang telah ditanamkan sejak kecil.

“Orang Jepang selalu diajarkan bahwa ketika menggunakan suatu tempat, kita harus meninggalkannya dalam kondisi yang lebih rapi dibanding saat pertama kali datang,” kata Eita Tanaka, suporter berusia 20 tahun yang ditemui AFP usai pertandingan.

Sambil memegang gelas bir dan beberapa cangkir bekas minuman, Tanaka menjelaskan bahwa nilai tersebut telah diajarkan sejak masa sekolah dasar.

“Di sekolah, kami membersihkan ruang kelas sendiri tanpa harus diperintah guru. Kami selalu diajarkan untuk memikirkan orang lain,” ujarnya.

Jepang tampil di Piala Dunia untuk kedelapan kalinya secara beruntun, dan perilaku disiplin para suporternya kini telah menjadi identitas yang dikenal luas di berbagai belahan dunia.

Fenomena itu bahkan menarik perhatian sejumlah figur publik. Quarterback NFL Jameis Winston terlihat ikut membantu membersihkan tribun setelah pertandingan. Ia mengenakan jersey tim nasional Jepang berwarna biru dengan namanya tercetak di bagian belakang.

Suporter Jepang lainnya, Futo Hagiwara, mengaku bangga karena kebiasaan masyarakat negaranya mendapat apresiasi internasional.

“Ini adalah budaya kami. Ke mana pun kami pergi, kami harus membersihkan tempat yang kami gunakan. Itulah nilai spiritual dan sikap hidup kami,” katanya.

Pendidikan Karakter Sejak Dini

Kebiasaan menjaga kebersihan memang menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan Jepang. Anak-anak sejak usia sekolah dasar terbiasa membersihkan ruang kelas, meja, hingga lorong sekolah setiap hari.

Di Jepang, tempat sampah umum juga relatif jarang ditemukan. Masyarakat terbiasa membawa pulang sampah mereka sendiri untuk dibuang sesuai aturan yang berlaku.

Bahkan, proses pembuangan sampah rumah tangga dikenal cukup rumit karena warga harus memilah sampah ke dalam berbagai kategori sebelum dibuang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Layanan paspor Minggu Ceria...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Knicks Akhiri Penantian 53 Tahun Rebut Gelar NBA

Knicks Akhiri Penantian 53 Tahun Rebut Gelar NBA

15 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.