Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Berpeluang Besar Gaet Relokasi Investasi Global, Kepastian Hukum dan Hilirisasi Jadi Kunci

📅 Kamis, 25 Jun 2026, 06:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Berpeluang Besar Gaet Relokasi Investasi Global, Kepastian Hukum dan Hilirisasi Jadi Kunci Doc: Antara
Ket. Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Esther Sri Astuti.

Jakarta – Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menarik relokasi investasi industri di tengah tren diversifikasi rantai pasok global yang dipicu ketegangan geopolitik dan perubahan peta perdagangan dunia. Namun, untuk bersaing dengan negara-negara seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia, pemerintah perlu memperkuat berbagai faktor pendukung investasi.

Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, mengatakan masuknya aliran modal ke Indonesia sangat bergantung pada terciptanya iklim usaha yang kompetitif dan kondusif.

“Indonesia memiliki peluang besar menarik investasi relokasi industri, tetapi harus didukung kepastian hukum, prospek pasar yang menjanjikan, ketersediaan bahan baku, ekosistem industri yang kuat, integrasi dengan rantai pasok global, serta kesiapan infrastruktur energi dan utilitas dasar,” kata Esther saat dihubungi di Jakarta, Rabu (24/6).

Menurut dia, harmonisasi regulasi antara pemerintah pusat dan daerah juga menjadi faktor penting untuk meningkatkan kemudahan berusaha sekaligus memberikan kepastian bagi investor.

Esther menilai tren transisi menuju ekonomi hijau semakin membuka peluang bagi Indonesia. Sebagai salah satu produsen mineral kritis dunia, Indonesia memiliki posisi strategis dalam mendukung pengembangan teknologi ramah lingkungan, termasuk sebagai pemasok bahan baku baterai kendaraan listrik dan infrastruktur energi terbarukan melalui komoditas nikel dan tembaga.

Untuk mendukung peluang tersebut, pemerintah telah menggulirkan berbagai kebijakan hilirisasi industri. Berbagai insentif yang diberikan meliputi pembebasan pajak, pengurangan pajak penghasilan, pembebasan bea masuk impor mesin dan bahan baku, hingga fasilitas Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT).

Menurut Esther, hilirisasi merupakan strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Kebijakan tersebut juga dapat mendorong transfer teknologi, meningkatkan produktivitas industri, memperluas penyerapan tenaga kerja terampil, serta memperkuat keterlibatan UMKM dalam rantai pasok industri.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya investasi di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia agar kebutuhan tenaga kerja industri dapat terpenuhi seiring meningkatnya investasi yang masuk.

Mencari 'Supply Chain'

Pandangan serupa disampaikan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie. Ia meyakini peluang relokasi investasi ke Indonesia tetap kuat di tengah tekanan global akibat konflik geopolitik, khususnya di Timur Tengah.

“Dengan adanya perang ini terjadi juga banyak sekali peluang di mana yang selalu kita bilang adanya relokasi,” kata Anindya di Jakarta.

Menurut dia, tren relokasi investasi sebenarnya telah berlangsung sejak meningkatnya tensi antara Amerika Serikat dan China. Kini, konflik di Timur Tengah semakin mendorong perusahaan global mencari alternatif rantai pasok yang lebih stabil.

“Relokasi ini sekarang sudah tambah lagi karena ingin mencari supply chain lain dari opsi yang Timur Tengah,” ujarnya.

Anindya menegaskan Indonesia memiliki peluang besar untuk menangkap arus relokasi tersebut, terutama jika mampu menyediakan ekosistem investasi yang siap digunakan (ready to use) sehingga investor dapat langsung beroperasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Daerah
Lima Warkop di Surabaya Ken...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.