Merawat Jembatan Ampera sebagai Tempat Wisata Ramah Wisatawan
📅 Minggu, 14 Jun 2026, 16:15 WIB | Oleh: SujarPada awalnya, sarana untuk transportasi itu, dinamai Jembatan Bung Karno. Pemberian nama proklamator tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada Presiden pertama RI itu. Bung Karno secara sungguh-sungguh memperjuangkan keinginan warga Palembang untuk memiliki jembatan di atas Sungai Musi.
Peresmian Jembatan dilakukan pada tahun 1965, sekaligus mengukuhkan nama Bung Karno sebagai nama jembatan. Pada saat itu, jembatan ini merupakan yang terpanjang di Asia Tenggara. Setelah terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, ketika gerakan anti-Soekarno sangat kuat, nama jembatan itu diubah menjadi Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat).
Jembatan Ampera adalah sejarah panjang yang tidak hanya menghubungkan dua sisi Sungai Musi, melainkan juga menjembatani masa lalu dan masa kini untuk kesejahteraan masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!