Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tekan Pengangguran, DPRD DKI Jakarta Beri Lampu Hijau untuk Rencana Padat Karya

📅 Minggu, 14 Jun 2026, 17:55 WIB | Oleh:
Tekan Pengangguran, DPRD DKI Jakarta Beri Lampu Hijau untuk Rencana Padat Karya Doc: ANTARA
Ket. Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin, menyatakan dukungannya terhadap rencana Gubernur DKI Jakarta membuka 2.800 ruang kerja melalui Program Padat Karya. Program tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk membantu mengurangi angka pengangguran di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan.

JAKARTA - Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin, menyatakan dukungannya terhadap rencana Gubernur DKI Jakarta membuka 2.800 ruang kerja melalui Program Padat Karya. Program tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk membantu mengurangi angka pengangguran di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan.

Menurut Suhud, keberadaan Program Padat Karya menjadi salah satu solusi yang relevan untuk memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat. Karena itu, ia berharap program tersebut dapat segera direalisasikan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih cepat oleh warga Jakarta yang membutuhkan pekerjaan.

Suhud menilai upaya membuka ribuan peluang kerja melalui Program Padat Karya patut mendapat dukungan dari berbagai pihak. Langkah tersebut dianggap mampu menjadi bantalan sosial sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

"Itu usulan yang bagus. Sangat baik di tengah situasi ekonomi yang berat, pengangguran banyak. Patut didukung," ujar Suhud.

Selain mendukung pelaksanaan program tersebut, Suhud juga mengusulkan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjalin kolaborasi dengan Program Magang yang digagas pemerintah pusat. Menurutnya, sinergi kedua program itu berpotensi mempercepat proses penyerapan tenaga kerja di ibu kota.

Ia menilai penggabungan konsep padat karya dan program magang dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Selain membuka lapangan pekerjaan, program tersebut juga dapat meningkatkan keterampilan dan pengalaman kerja masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.

Meski demikian, Suhud mengingatkan bahwa hingga saat ini Program Padat Karya belum menjelaskan secara rinci sektor-sektor yang menjadi sasaran pelaksanaannya. Karena itu, ia berharap pemerintah dapat menyusun skema yang mencakup lebih banyak bidang usaha dan lapangan pekerjaan.

Menurutnya, program tersebut sebaiknya tidak hanya berfokus pada kegiatan pembenahan atau penataan kota. Pemprov DKI Jakarta juga didorong untuk mengembangkan peluang kerja di sektor-sektor lain yang memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja.

"Bisa macam-macam lah ya, bisa di industri kreatif misalnya, ataupun juga di sektor-sektor yang lain," pungkasnya.

Rencana pembukaan 2.800 ruang kerja melalui Program Padat Karya menjadi salah satu langkah yang disiapkan Pemprov DKI Jakarta untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat. Program tersebut diharapkan dapat membantu menekan tingkat pengangguran sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih inklusif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Kemenkes Minta  Masyarakat...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Blind Spot Udara di Indonesia Timur Rawan Intersepsi Pesawat Asing

Blind Spot Udara di Indonesia Timur Rawan Intersepsi Pesawat Asing

14 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.