Desa Tak Lagi Jadi Penonton, Menteri Ekraf Dorong Kebangkitan Desa Kreatif Indonesia
📅 Minggu, 14 Jun 2026, 18:00 WIB | Oleh: Tim PenulisYOGYAKARTA – Desa kreatif menjadi model pembangunan berbasis potensi lokal yang menggabungkan inovasi, budaya, dan pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan nilai ekonomi baru.
Melalui pengembangan produk unggulan, seni budaya, kerajinan, hingga pariwisata berbasis komunitas, desa kreatif mampu meningkatkan daya saing daerah sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Konsep ini juga mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih produktif dan berkelanjutan.
Jika didukung oleh penguatan kapasitas SDM, akses pemasaran, dan teknologi digital, desa kreatif berpotensi menjadi motor pertumbuhan ekonomi desa yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjaga identitas dan kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.
Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan kementeriannya akan mengaktifkan desa kreatif sebagai bagian dari penugasan Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung mesin pertumbuhan perekonomian di Indonesia.
"Aktivasi desa kreatif ini bukan berarti membangun desa baru, karena pemda tentu sudah membina dan memetakan di mana adanya desa kreatif, nah ini bagaimana kita mengaktivasi itu," kata Riefky, di Yogyakarta, Sabtu (13/6).
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, program tersebut termasuk ke dalam tiga penugasan utama dari Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian Ekraf, yakni aktivasi desa kreatif, aktivasi kreatif hub, dan Creative by Indonesia.
"Tentu bukan membangun, tapi mengaktivasi mulai dari kualitas tenaga kerjanya, akses pasarnya, akses pendanaannya, terus bagaimana IP financing-nya dan seterusnya," jelasnya.
Riefky juga akan mengaktifkan kreatif hub dikarenakan kelompok kreatif di daerah sudah banyak dibangun baik di kampus, komunitas maupun pemerintah daerah dengan tujuan menyerap tenaga kerja dalam berbagai macam kegiatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jadi terima kasih kepada kepala daerah dan jajaran yang terus membina para pegiat ekonomi kreatif di berbagai daerah," katanya.
Ketiga, lanjut Riefky, Kementerian Ekraf juga akan melakukan penguatan branding Creative by Indonesia sebagai branding jenama lokal agar dapat ditingkatkan dan masuk ke pasar nasional maupun global.
"Jadi, Creative by Indonesia itu kalau di pariwisata ada Wonderful Indonesia, nah Creative by Indonesia adalah contoh dari IP (Intellectual Property) atau brand atau jenama yang hari ini bagaimana kita tingkatkan masuk ke pasar nasional dan nantinya ke pasar global," jelasnya.
Ia menyebut tiga penugasan tersebut akan digalakkan mulai semester kedua tahun ini, tahun berikutnya hingga 2029 melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah.
"Kami mempunyai semangat bagaimana ekonomi kreatif ini menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah," kata Riefky.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!