Kemitraan Inklusif Buka Peluang Ekonomi Baru bagi Masyarakat Desa
📅 Sabtu, 13 Jun 2026, 19:45 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA-Upaya kolaborasi swasta dengan masyarakat lokal terus dipacu. Hal itu seperti yang dilakukan PT. Rea Kaltim Plantations (REA) menegaskan komitmennya dalam mendorong ekonomi masyarakat lokal melalui kemitraan inklusif bersama desa, koperasi, dan pelaku usaha kecil di wilayah operasional. Komitmen ini ditunjukkan dalam Hari Kerja Sama 2026, sebuah inisiatif dua hari pada 12–13 Juni 2026 di Kembang Janggut, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Kegiatan ini mempertemukan masyarakat sekitar, perwakilan desa, instansi pemerintah, koperasi, pelaku UMKM, kelompok tani, serta pemangku kepentingan lainnya. Tujuannya satu: membangun struktur kemitraan yang memberikan nilai nyata dan berkelanjutan bagi penghidupan masyarakat desa.
“Hari Kerja Sama adalah tentang memperkuat cara kami bekerja bersama masyarakat, pemerintah, dan mitra lokal. Bagi REA, kemitraan harus bersifat praktis dan jangka panjang. Melalui inisiatif seperti FPKM, kami ingin membangun struktur yang terus memberikan nilai bagi desa, mendukung partisipasi ekonomi lokal, dan memperkuat hubungan antara perusahaan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional kami,” ujar Luke Robinow, President Director REA.
Fokus pada Penguatan Koperasi dan Ekonomi Desa
Salah satu capaian penting dalam kegiatan ini adalah Koperasi Produsen Perkebunan Gotong Royong yang secara resmi menjadi anggota Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) pada 5 Juni 2026. Pencapaian ini merupakan hasil dari Program SmallHolder INclusion for Ethical Sourcing (SHINES) REA yang dirancang untuk mendukung petani swadaya dan koperasi meningkatkan ketertelusuran, tata kelola, dan kesiapan memenuhi standar keberlanjutan nasional maupun global.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Bagi Koperasi Gotong Royong, menjadi anggota RSPO merupakan capaian penting sekaligus tanggung jawab baru. Melalui SHINES, kami dapat bekerja lebih dekat dengan REA untuk memperkuat kelembagaan koperasi, meningkatkan pencatatan, dan mempersiapkan petani agar lebih siap memenuhi standar keberlanjutan. Kami berharap langkah ini dapat membuka peluang yang lebih baik bagi petani swadaya, sekaligus menunjukkan bahwa koperasi desa juga dapat berperan dalam rantai pasok kelapa sawit yang bertanggung jawab,” kata Ahmad Zulkarnain, Ketua Koperasi Gotong Royong.
FPKM: Akses Kebun dan Aset Produktif untuk Desa
Hari Kerja Sama 2026 juga menyoroti perkembangan Program Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat (FPKM)* yang sejalan dengan arah kebijakan pemerintah. Program ini merujuk pada Surat Edaran Dirjen Perkebunan No. B-347/KB.401/E/07/2023 dan Peraturan Menteri Pertanian No. 18/2021.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sesi dialog khusus FPKM menghadirkan perwakilan dari Direktorat Jenderal Perkebunan, Dinas Perkebunan Kutai Kartanegara, Dinas Koperasi dan UKM Kutai Kartanegara, Pratama Agung Sedayu dari RSPO, Dika Dwi Darmawan dari RSPO Smallholder, serta tim Community Development REA. Diskusi membahas FPKM dari sisi regulasi dan praktik, termasuk kerja sama terstruktur, perjanjian kemitraan, pengembangan aset produktif, dan model ekonomi tingkat desa.
Kemitraan FPKM antara REA dan Desa Kembang Janggut yang dimulai Februari 2026 kini diperluas. Setelah menyerahkan tiga unit kendaraan untuk mendukung operasional desa dan menciptakan pendapatan terstruktur, REA dan desa menandatangani Perjanjian Kerja Sama tahap berikutnya. Kerja sama ini didukung perjanjian kredit dengan mitra perbankan untuk menambah aset produktif, termasuk alat berat.
Perkembangan serupa terjadi di *Desa Teluk Bingkai* melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tentang penetapan lokasi kebun kemitraan antara REA dan desa. Langkah ini mencerminkan upaya REA bekerja bersama desa-desa sekitar melalui kemitraan terstruktur yang mendukung pilar Empowering Livelihoods.
Gerakkan Ekonomi Masyarakat Lokal Secara Menyeluruh
Selain FPKM, Hari Kerja Sama 2026 menampilkan program pengembangan masyarakat REA yang lebih luas. Program tersebut meliputi inisiatif akses air bersih, infrastruktur publik, listrik biogas, skema plasma, PPMD, partisipasi tenaga kerja lokal, serta dukungan masyarakat lainnya.
Kegiatan juga diisi pameran pengembangan masyarakat, bazar UMKM lokal, bursa kerja, layanan pemeriksaan kesehatan, program pendidikan anak, pertunjukan budaya, kegiatan olahraga, dan perlombaan masyarakat yang melibatkan desa-desa di Kecamatan Kembang Janggut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!