Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Geger Video Viral Anak Gajah Terjebak di Kebun Sawit, Kemenhut RI Gandeng Interpol Malaysia Lakukan Aksi Penyelamatan

📅 Senin, 09 Mar 2026, 17:58 WIB | Oleh:
Geger Video Viral Anak Gajah Terjebak di Kebun Sawit, Kemenhut RI Gandeng Interpol Malaysia Lakukan Aksi Penyelamatan Doc: ANTARA/HO-Datiz
Ket. Gajah Mini Borneo yang hanya terdapat di utara Kalimantan.

JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bergerak cepat merespons video viral mengenai seekor induk dan anak gajah borneo (Elephas maximus borneensis) yang terjebak di kawasan perkebunan kelapa sawit. Melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum), pemerintah Indonesia telah menjalin koordinasi intensif dengan jaringan Interpol Malaysia guna memastikan keselamatan satwa langka tersebut di wilayah Tawau, Sabah.

Meski lokasi kejadian teridentifikasi berada di teritori Malaysia, sinergi lintas batas antara Gakkum Kemenhut, Dinas Kehutanan Kalimantan Utara, serta Sabah Wildlife Department terus diperkuat demi mengawal misi konservasi dan perlindungan habitat gajah borneo di sepanjang garis perbatasan kedua negara.

"Interpol Malaysia sedang konfirmasi ke pihak berwenang di sana," kata Kasubdit Penanganan Pengaduan Kehutanan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut Hendra Nur Rofiq dikonfirmasi dari Jakarta, Senin.

Koordinasi itu dilakukan setelah sebelumnya Ditjen Gakkum Kemenhut mendapatkan laporan terkait video viral di sejumlah media sosial yang memperlihatkan anak gajah yang terjebak di sebuah perkebunan.

Setelah melakukan identifikasi, pihak Gakkum Kemenhut menyebut bahwa kejadian tersebut terjadi di sebuah perkebunan kelapa sawit di kawasan Tawau di Sabah, Malaysia.

Hendra menjelaskan bahwa koordinasi kemudian dilakukan dengan otoritas Malaysia melalui jaringan Interpol Malaysia pada Jumat (6/3).

Selain berkoordinasi dengan otoritas di Malaysia, Gakkum Kemenhut juga sudah berkomunikasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Utara dan KPH Nunukan terkait patroli untuk memastikan perlindungan penyelamatan gajah borneo, termasuk di wilayah yang berbatasan dengan Malaysia.

Pihaknya juga menjalin koordinasi dan kerja sama dengan Sabah Wildlife Departement untuk mengawal isu penyelamatan gajah tersebut dan pertukaran informasi terkait konservasi gajah borneo lintas batas.

Sebelumnya viral di beberapa media sosial sebuah video memperlihatkan seekor induk gajah dan anaknya terjebak lumpur di sebuah perkebunan sawit. Di kolom komentar video tersebut di beberapa media sosial tampak warganet kemudian melaporkan peristiwa itu kepada otoritas BKSDA dan Kemenhut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Pascagempa 6,7 Sulteng Bantuan Dialirkan ke Pengungsi

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pascagempa 6,7 Sulteng Bant...
Nasional
Diskum Batam Catat 11 Bangu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.