Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Musisi Lintas Generasi Menghadirkan Aransemen Baru Lagu 'Hari Merdeka'

📅 Minggu, 16 Agu 2026, 23:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Musisi Lintas Generasi Menghadirkan Aransemen Baru Lagu 'Hari Merdeka' Doc: Antara
Ket. Erwin Gutawa.

Jakarta - Deretan musisi lintas generasi hadir dalam aransemen terbaru lagu perjuangan "Hari Merdeka" yang digarap oleh komposer Erwin Gutawa dan didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan.

Dalam siaran langsung peluncuran lagu "Hari Merdeka" di TVRI Nasional, yang dipantau dari Jakarta, Minggu malam, musisi yang tampil dalam proyek tersebut ialah Shabrina Leanor, Ardhito Pramono, Novia Bachmid, Ruth Sahanaya, Harvey Malaihollo, Titik Hamzah, Vina Panduwinata, Judika, Ahmad Albar, Rita Butar Butar.

Erwin Gutawa menjelaskan batasan utama dalam mengaransemen ulang lagu perjuangan terletak pada ikatan kuat antara karya musik dengan peristiwa sejarah saat lagu itu diciptakan. Atas dasar prinsip itu, Erwin memutuskan untuk tetap mempertahankan pakem irama ketukan asli pada aransemen baru tersebut.

"Husein Mutahar memilih irama lagunya, bentuk melodinya memilih dengan irama marching, kayak derap langkah begitu, itu untuk mewakili semangat yang kuat karena waktu itu tahun 1946 kita memerlukan semangat tersebut," kata Erwin menjelaskan.

Erwin menegaskan bahwa setiap musisi sebenarnya memiliki kebebasan interpretasi. Namun, nilai historis dari sebuah lagu perjuangan merupakan hal mutlak yang tidak boleh dihilangkan secara serta-merta.

"Namun, biasanya dalam konteks lagu perjuangan atau lagu nasional, nilai-nilai serta rasa di dalamnya tidak boleh diganti dan jangan sampai hilang," kata dia.

Prinsip menjaga keaslian sejarah tersebut didukung penuh oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Menurut dia, lirik pertahanan kemerdekaan di dalam lagu nasional merekam situasi riil tahun 1946 saat Indonesia harus berjuang melawan agresi militer Sekutu dan Belanda di tengah keterbatasan jalur komunikasi pasca-proklamasi.

"Saya terharu mendengar aransemen barunya," kata Fadli Zon.

Penyanyi Novia Bachmid yang terlibat langsung dalam rekaman menceritakan pengalaman studionya saat melahirkan unsur spontanitas unik berupa penyertaan suara latar alam.

"Tantangan sekali ketika kita rekaman diawasi langsung sama Mas Erwin, sampai ternyata pas saya mencoba untuk mengeluarkan suara-suara alam itu, ternyata mic-nya menyala. Jadi, akhirnya spontan dapat ide lagi dimasukkan di lagu 'Hari Merdeka'," ungkap Novia.

Bagi Novia, kesempatan besar berkolaborasi bersama jajaran maestro musik Indonesia dalam proyek Lintas Generasi untuk menghasilkan aransemen baru lagu nasional karya Husein Mutahar itu merupakan sebuah kebanggaan yang sangat besar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.