HIV/AIDS dan TB Masih Jadi Ancaman, Pemkot Jayapura Perkuat Deteksi Dini untuk Lindungi Warga.
📅 Jumat, 12 Jun 2026, 19:56 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Antara Foto
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat terus mengintensifkan upaya deteksi dini terhadap kasus HIV/AIDS dan tuberkulosis (TB) sebagai langkah strategis untuk menekan laju penularan di masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Juliana Napitupulu di Jayapura, Jumat, mengatakan deteksi dini menjadi kunci utama dalam penanganan kedua penyakit tersebut agar pasien dapat segera memperoleh pengobatan yang tepat.
“Semakin cepat kasus ditemukan, maka penanganan bisa dilakukan sehingga risiko penularan dapat ditekan,” katanya disela-sela kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan HIV,AID dan tuberkulosis bagi wartawan di Kota Jayapura, Papua, Jumat.
Menurut Juliana, Kota Jayapura masih menjadi wilayah dengan angka kasus HIV/AIDS tertinggi di Provinsi Papua. Hingga triwulan pertama 2026, tercatat sebanyak 11.235 kasus kumulatif HIV/AIDS di daerah tersebut.
"Sedangkan jumlah itu mengalami peningkatan dibandingkan akhir tahun 2025 yang tercatat sebanyak 10.946 kasus, menunjukkan masih adanya penambahan kasus baru di masyarakat," ujarnya
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara untuk kasus tuberkulosis, Dinkes mencatat sebanyak 3.007 kasus sepanjang 2025. Adapun pada periode Januari hingga Mei 2026, ditemukan tambahan 932 kasus baru TB.
"Dengan kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah sehingga berbagai upaya pengendalian terus diperkuat, termasuk melalui peningkatan deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan di fasilitas layanan," katanya.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kota Jayapura, Yusnita mengatakan bahwa selain penanganan medis, upaya pencegahan juga sangat bergantung pada kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan tidak menunda pengobatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami sangat berharap intensifikasi deteksi dini ini dapat mempercepat penemuan kasus, menekan angka penularan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang terdampak HIV/AIDS dan tuberkulosis," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!