Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Benuang Laki di Hutan Kahung Kalsel Jadi Perbincangan, Pohon Unik Ini Bikin Pengunjung Penasaran.

📅 Jumat, 12 Jun 2026, 14:52 WIB | Oleh:
Benuang Laki di Hutan Kahung Kalsel Jadi Perbincangan, Pohon Unik Ini Bikin Pengunjung Penasaran. Doc: Antara Foto
Ket. Wisatawan saat berada di Lembah Kahung melintasi pohon benuang laki yang berukuran raksasa.

Keberadaan banyak pohon berukuran raksasa di kawasan hutan hujan tropis Kahung, Desa Belangian, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap orang yang berkunjung ke kawasan ini.

Masyarakat setempat menyebut pohon tersebut sebagai benuang laki atau benung laki. Sebutan "benuang laki" muncul karena pada bagian bawah batang atau di sekitar akar pohon terdapat tonjolan yang menyerupai alat reproduksi laki-laki.

Masyarakat Desa Belangian, melalui kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun, memiliki perhatian tinggi terhadap kelestarian alam dengan menjaga dan merawat hutan. Warga tidak menebang pohon karena bagi mereka hutan beserta seluruh keragaman hayatinya merupakan anugerah tak ternilai dari Sang Pencipta.

Secara ilmiah, pohon berukuran superjumbo yang menjulang tinggi ini dikenal sebagai Duabanga moluccana. Tingginya dapat mencapai 25 hingga 45 meter dengan diameter batang lebih dari 150 sentimeter.

Tegakan hutan Kahung merupakan hutan hujan tropis purba yang didominasi jenis Dipterocarpaceae, yakni keluarga pohon berkayu besar dan tinggi yang menjadi ciri khas hutan hujan tropis di daratan Asia.

Hutan Hujan Tropis Kahung atau Lembah Kahung termasuk dalam kawasan Geopark Meratus yang kini telah diakui dunia sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (UGGp). Kahung menjadi salah satu geosite penting di Pegunungan Meratus dan berada di bawah pengelolaan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam.

Hutan ini kaya akan keanekaragaman hayati dan telah menjadi ikon kawasan hutan dengan ekosistem yang masih terjaga dengan baik.

Laboratorium alam yang krusial

Menurut Dr. Amalia Rezeki, biolog konservasi dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), keberadaan pohon-pohon raksasa di Hutan Kahung sangat penting bagi kesehatan ekosistem hutan hujan tropis di kawasan tersebut.

Ia berharap Hutan Kahung tetap terjaga dan lestari karena dapat menjadi etalase warisan hutan hujan tropis purba di mata dunia. Selain itu, kawasan ini juga berfungsi sebagai laboratorium alam yang krusial bagi kegiatan edukasi, riset, dan konservasi keragaman hayati yang sangat kaya dalam ekosistem hutan hujan tropis dunia lama.

20260612145233_IMG_20260610_085139.jpg

Pohon-pohon besar tersebut merupakan penopang utama keseimbangan ekosistem karena menyediakan habitat bagi berbagai satwa, menjaga siklus air, mencegah erosi, serta mendukung keberlangsungan keanekaragaman hayati.

Apalagi pohon-pohon besar tersebut merupakan penopang utama keseimbangan ekosistem karena menyediakan habitat bagi berbagai satwa, menjaga siklus air, mencegah erosi, serta mendukung keberlangsungan keanekaragaman hayati.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.