Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lindungi Pesisir dan Iklim, Pemprov Kaltim Fokus Perkuat Ekosistem Mangrove.

📅 Jumat, 12 Jun 2026, 15:32 WIB | Oleh:
Lindungi Pesisir dan Iklim, Pemprov Kaltim Fokus Perkuat Ekosistem Mangrove. Doc: Antara Foto
Ket. Hutan mangrove di pesisir Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memperkuat pengelolaan dan perlindungan ekosistem mangrove di kawasan pesisir untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkokoh ketahanan iklim.

"Kami melakukan penyusunan Rencana Pengelolaan dan Perlindungan Ekosistem Mangrove (RPPEM) demi pemenuhan kewajiban regulasi, melainkan instrumen krusial untuk memastikan bahwa pembangunan di wilayah pesisir Kaltim berjalan selaras dengan prinsip kelestarian," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kaltim Joko Istanto di Samarinda, Jumat.

Dokumen RPPEM Kaltim Tahun 2026 yang digodok akan berfungsi sebagai acuan perencanaan makro jangka panjang yang memuat arah kebijakan, strategi, serta rencana program perlindungan dan pemanfaatan ekosistem hijau secara berkelanjutan.

Menurut Joko, kebijakan pelestarian ini mendesak untuk diperkuat mengingat Kalimantan Timur memiliki garis pantai yang sangat panjang dengan potensi ekosistem mangrove melimpah, namun di sisi lain menghadapi ancaman dari tekanan aktivitas ekonomi dan perubahan iklim global.

Berdasarkan data terkini, hutan mangrove di Kalimantan Timur mencapai lebih dari 240 ribu hektare. Mangrove tidak hanya menahan abrasi, tetapi juga menyerap karbon sebagai bagian dari ekosistem karbon biru yang penting bagi lingkungan dan masyarakat.

Dalam mewujudkan dokumen yang aplikatif dan akomodatif terhadap kebutuhan lokal, pemerintah daerah merangkul berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari perangkat daerah, kalangan akademisi, organisasi non-pemerintah bidang lingkungan, hingga perwakilan masyarakat pesisir.

Dinas Lingkungan Hidup Kaltim melalui tim kelompok kerja tata lingkungan saat ini memfokuskan agenda kerja mereka pada pemetaan kondisi eksisting hutan bakau, pengidentifikasian daya dukung serta daya tampung lingkungan, hingga perumusan pembagian kewenangan pengelolaan yang jelas dari tingkat tapak sampai ke tingkat provinsi.

"Dari integrasi program yang matang tersebut, pemanfaatan nilai ekonomi mangrove melalui sektor ekowisata maupun hasil hutan bukan kayu dapat berkembang tanpa mengorbankan fungsi ekologis utamanya sebagai penyerap karbon dunia dan penahan abrasi pantai," ucap Joko.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.