Dari Gowa hingga Luwu Timur, Dua Pejuang Lingkungan Sulsel Raih Penghargaan Nasional Bergengsi.
📅 Jumat, 12 Jun 2026, 20:05 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Antara Foto
Dua pejuang lingkungan asal Sulawesi Selatan meraih penghargaan Kalpataru Adya 2026 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI.
Keduanya yakni Jamaluddin asal Kabupaten Gowa pada kategori Perintis Lingkungan serta kelompok Pejuang Muda Wija to Cerekang dari Kabupaten Luwu Timur pada kategori Penyelamat Lingkungan.
Kepala DLHK Sulsel Kasman dalam keterangannya di Makassar, Jumat, mengatakan capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi Sulawesi Selatan karena berhasil meraih dua penghargaan Kalpataru tahun ini.
“Alhamdulillah perwakilan Sulsel mendapatkan dua penghargaan nasional,” ujarnya.
Jamaluddin dinilai konsisten melakukan rehabilitasi lahan kritis melalui penanaman pohon dan konservasi tanah secara berkelanjutan di wilayahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun Pejuang Muda Wija to Cerekang mendapat penghargaan atas upaya menjaga Hutan Adat Cerekang di Kecamatan Malili dari ancaman pembalakan liar dan perambahan.
Kelompok tersebut berhasil melindungi sekitar 700 hektare hutan adat, termasuk menjaga sumber mata air dan keanekaragaman hayati di kawasan itu. Upaya pelestarian tersebut juga dibarengi penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Kasman mengatakan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil gubernur Fatmawati rusdi terus mendorong kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan rehabilitasi hutan/lahan yang kosong dan gundul, termasuk Program Pemberian Bibit Produktif untuk Masyarakat/Kelompok
“Dalam berbagai kesempatan beliau selalu mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan,” katanya.
Sementara itu, Jamaluddin mengaku tidak menyangka aktivitas yang dirintisnya selama ini mendapat pengakuan hingga tingkat nasional.
“Pertama tidak percaya apa yang kita lakukan selama ini bisa sampai tahap Kalpataru. Ini penghargaan tertinggi dari negara di bidang lingkungan hidup, jadi tentu kami sangat bangga dan bersyukur,” ujar.
Selain bergerak di bidang konservasi, Jamaluddin juga mengembangkan rumah baca “Rumah Koran” yang berfokus pada literasi lingkungan dan pertanian.
Melalui kegiatan tersebut, ia memberikan edukasi kepada petani dan masyarakat mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas pertanian dan kelestarian alam.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulsel, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sulsel, Pemerintah Kabupaten Gowa, serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa yang mendampingi proses seleksi hingga tingkat nasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!