Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bagaimana Kelanjutan Program Konversi Motor Listrik? Ini Jawaban Kemen ESDM

📅 Jumat, 14 Feb 2025, 18:33 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bagaimana Kelanjutan Program Konversi Motor Listrik? Ini Jawaban Kemen ESDM Doc: istimewa
Ket. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konversi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi di sela sela acara Carbon Neutrality (CN) Mobility Event oleh Toyota: Beyond Zero Festival di Gambir Expo, Jakarta (14/2)

JAKARTA– Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan program konversi motor listrik akan terus dilanjutkan. Namun, implementasinya masih menunggu kesedian anggaran.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konversi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi mengucapkan, pihaknya masih perlu merevisi Peraturan Menteri ESDm Nomor 3 Tahun 2023 tentang bantuan pemerintah atas konversi roda dua jadi listrik berbasis baterai.

“Kami juga tengah merumuskan aturan maupun anggaran terkait program konversi motor listrik,” kata Eniya di sela sela acara Carbon Neutrality (CN) Mobility Event oleh Toyota: Beyond Zero Festival di Gambir Expo, Jakarta (14/2).

Kementerian ESDM paparnya, telah melaksanakan berbagai program dalam rangka peningkatan ekosistem konversi motor listrk, antara lain, pertama, program konversi gratis untuk umum dengan dana CSR dengan melibatkan BUMN maupun Non BUMN.

Kedua, bekerja sama dengan Kemendikbudristek dalam rangka keterlibatan SMK dan pendidikan vokasi untuk mendukung pengembangan SDM motor listrik di Indonesia. Ketiga, EVConversion Race 2024 untuk meningkatkan awareness dan menunjukkan reliability motor konversi kepada masyarakat.

Dari data Kementerian ESDM, realisasi konversi motor listrik selama tahun 2024 mencapai 1.500 unit. Catatan tersebut naik 10 kali lipat dibandingkan realisasi tahun 2023 yang hanya 145 unit.

Adapun, kapasitas konversi motor listrik mencapai 42.216 unit per tahun yang disuplai oleh 39 bengkel konversi bersertifikat Kementerian Perhubungan, 7 bengkel konversi tipe A yang telah masuk platform digital, dan 18 bengkel konversi tipe B telah masuk platform digital.

Berbeda dengan pembelian motor baru, konversi motor listrik mendapat subsidi Rp 10 juta dari pemerintah. Nominal tersebut umumnya separuh lebih dari ongkos konversi secara keseluruhan.

“Berdasarkan regulasinya konversi motor listrik itu subsidi dari pemerintah sebesar Rp 10 juta, dan dari CSR perusahaan sebesar Rp 5-6 juta,” ungkapnya.

Eniya meminta kepada masyarakat untuk bersabar menunggu regulasi atau Keputusan Menteri ESDM yang terbaru terkait program konversi motor listrik. "Kami minta masyarakat bersabar menunggu, Pak Menteri sedang menghitung untuk anggarannya,” pungkas Eniya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.