Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pangan Lokal Indonesia Menyimpan Potensi Besar bagi Kesehatan

📅 Selasa, 09 Jun 2026, 19:04 WIB | Oleh:
Pangan Lokal Indonesia Menyimpan Potensi Besar bagi Kesehatan Doc: Istimewa
Ket. Bahan pakan lokal. Mahasiswa Indonesia diajak mengeksplorasi potensi dan kearifan lokal melalui riset pangan fungsional guna menghasilkan inovasi yang mendukung kesehatan dan ketahanan pangan masa depan.

JAKARTA – Kekayaan sumber daya pangan lokal Indonesia dinilai masih menyimpan peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk pangan fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat. Karena itu, mahasiswa didorong untuk lebih aktif mengeksplorasi potensi tersebut melalui penelitian ilmiah yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Tim Pakar Program IRN 2026–2027 sekaligus Guru Besar IPB, Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc., dalam rangka pembukaan Program IRN 2026–2027 yang kembali digelar.

Menurut Purwiyatno, saat ini peran pangan telah berkembang jauh melampaui fungsi dasarnya sebagai sumber energi dan pemenuhan kebutuhan gizi. Pangan juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Ada hubungan yang erat antara pangan dan kesehatan. Pangan tidak lagi sekadar pemenuhan gizi dan energi, melainkan penopang kesehatan yang krusial, terutama dalam meningkatkan daya tahan tubuh melalui asupan pangan fungsional,” ujarnya melalui siaran pers pada hari Selasa (9/6).

Ia menilai Indonesia memiliki beragam sumber daya alam, baik dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan maupun kelautan, yang berpotensi dikembangkan menjadi produk pangan fungsional bernilai tambah tinggi. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan penelitian yang kuat agar dapat menghasilkan inovasi yang berbasis bukti ilmiah.

Karena itu, melalui Program IRN 2026–2027 yang mengusung tema “Penelitian Pangan Fungsional Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal”, mahasiswa di berbagai daerah didorong untuk lebih peka terhadap potensi yang ada di lingkungan sekitarnya.

“Kami ingin mendorong mahasiswa di seluruh Indonesia untuk lebih peka, sensitif dan eksploratif dalam mengangkat kearifan lokal serta potensi di sekitar mereka, lalu mentransformasikannya menjadi inovasi pangan fungsional yang berbasis ilmiah,” kata Purwiyatno.

Program IRN sendiri merupakan bantuan dana riset bagi mahasiswa strata satu (S1) yang tengah menyelesaikan tugas akhir. Program ini terbuka bagi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, tidak terbatas pada bidang teknologi pangan, selama topik penelitian yang diajukan sesuai dengan tema dan cakupan yang ditentukan.

Purwiyatno juga mengingatkan pentingnya kualitas proposal penelitian yang diajukan peserta. Menurutnya, keberhasilan sebuah proposal tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis penulisan, tetapi juga oleh relevansi penelitian terhadap tema yang diangkat serta kontribusinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.

“Proposal yang kuat bukan hanya soal teknis penulisan, melainkan soal relevansi dan kejelasan kontribusi riset terhadap tema program. Kesesuaian topik penelitian dengan tema pangan fungsional menjadi hal yang penting. Pastikan latar belakang menjelaskan urgensi penelitian dengan baik, dan pastinya jangan lewatkan batas waktu pengumpulan,” ujarnya.

Ia menambahkan, tim pakar berharap dapat menemukan berbagai gagasan baru dari mahasiswa di seluruh Indonesia yang mampu menjawab tantangan pengembangan pangan sehat dan berkelanjutan di masa depan.

Program IRN 2026–2027 menerima proposal penelitian yang berfokus pada eksplorasi sumber daya alam darat dan laut berbasis potensi serta kearifan lokal. Bidang penelitian yang dapat diajukan meliputi agro-teknologi atau budidaya, teknologi proses dan pengolahan, gizi dan kesehatan masyarakat, hingga sosial budaya, ekonomi, dan pemasaran.

Pendaftaran proposal dibuka hingga 31 Agustus 2026, sementara pengumuman penerima bantuan dana riset dijadwalkan pada Oktober 2026. Memasuki usia 20 tahun penyelenggaraan, Program IRN telah menerima lebih dari 8.300 proposal penelitian dan mendanai lebih dari 1.100 riset mahasiswa dari lebih dari 200 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Melalui program ini, diharapkan semakin banyak inovasi pangan berbasis kearifan lokal yang lahir dari tangan generasi muda Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Presidium Mitra BGN Audiensi dengan Pimpinan DPR

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Presidium Mitra BGN Audiens...
Ekonomi
RUPSLB Telkom 2026 Setujui ...

Tahu Alasan Tingginya Harga Ponsel Belakangan?

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Tahu Alasan Tingginya Harga...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.