Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DC Peti Eskan Serial Amanda Waller dan Prekuel Wonder Woman 'Paradise Lost'

📅 Jumat, 14 Agu 2026, 00:00 WIB | Oleh:
DC Peti Eskan Serial Amanda Waller dan Prekuel Wonder Woman 'Paradise Lost' Doc: Istimewa
Ket. Dua serial yang sejak awal diproyeksikan menjadi bagian penting dari era baru DC Studios—Waller dan Paradise Lost—kini tidak lagi berada dalam pengembangan aktif di HBO.

Rencana besar DC Universe kembali berubah.

Dua serial yang sejak awal diproyeksikan menjadi bagian penting dari era baru DC Studios—Waller dan Paradise Lost—kini tidak lagi berada dalam pengembangan aktif di HBO.

Kabar ini tentu mengejutkan. Sebab, kedua proyek tersebut bukan proyek sembarangan.

Dari Variety, keduanya diumumkan langsung oleh James Gunn dan Peter Safran pada Januari 2023, ketika DC Studios memperkenalkan Chapter One: Gods and Monsters—sebuah rencana besar untuk membangun kembali DC Universe dalam satu dunia yang saling terhubung.

Salah satunya adalah Waller. Serial ini dirancang sebagai spin-off dari Peacemaker dan akan kembali menghadirkan Viola Davis sebagai Amanda Waller.

Bahkan, Gunn mengatakan saat pengumuman pertama bahwa sejumlah karakter dari tim Peacemaker juga akan hadir.

Ceritanya direncanakan berlangsung di antara musim pertama dan kedua Peacemaker, dengan Christal Henry, penulis Watchmen, dan Jeremy Carver, kreator Doom Patrol, sebagai bagian dari tim kreatif.

Namun, perjalanan serial ini ternyata tidak pernah benar-benar mulus. Kini, menurut laporan terbaru, Waller tidak lagi menjadi prioritas HBO.

Tetapi ada satu hal penting: Waller belum secara resmi dibatalkan.

Proyek tersebut masih dipertimbangkan di DC Studios, hanya saja tidak lagi berada dalam pengembangan aktif untuk HBO seperti rencana sebelumnya. Dan kemudian ada proyek yang jauh lebih misterius:

Paradise Lost.

Serial ini seharusnya membawa penonton jauh sebelum kelahiran Wonder Woman.

Bukan menceritakan Diana Prince, tetapi mengungkap sejarah Themyscira—pulau tempat bangsa Amazon hidup.

James Gunn dan Peter Safran sebelumnya menggambarkannya sebagai kisah bernuansa Game of Thrones, lengkap dengan intrik politik, perebutan kekuasaan, konflik internal, serta sejarah bagaimana masyarakat Amazon terbentuk.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Tangerang Perkuat Transpara...

Pasar Tengah Buruk, Pemprov Tunda IPO

44 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Pasar Tengah Buruk, Pemprov...

Jaga Persatuan dan Kerukunan lewat Keberagaman

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jaga Persatuan dan Kerukuna...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...
Luar Negeri
IMF Khawatirkan Fragmentasi...
Nasional
Perkembangan AI Terlalu Cep...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.