Hebat Membanggakan! SRMA 44 Minahasa Tunjukkan Potensi Akademik dan Melaju ke Ajang Nasional
📅 Jumat, 14 Agu 2026, 05:53 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoMANADO - Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 44 Minahasa membuktikan potensi akademik dengan mengikuti lomba sains bidang biologi dan berhasil lolos mewakili Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ke tingkat nasional.
"Kami bersyukur karena salah satu siswa asal SRMA 44 Minahasa yakni Junivia Vanecia Tulung, berhasil lolos dan wakili Sulut ke tingkat nasional," kata Kepala Sekolah SRMA 44 Minahasa Jefta Makikui, di Manado, Kamis.
Kepsek mengatakan Junivia Vanecia Tulung sebelumnya telah mengikuti Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi (OSN-P) Sulut dan berhasil lolos ke nasional.
Peserta yang lolos seleksi provinsi berhak melaju ke Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat nasional yang dijadwalkan pada 25–31 Agustus 2026.
Ia mengatakan dengan siswa Sekolah Rakyat mengikuti lomba sains adalah untuk membuktikan potensi akademik mereka, mematahkan anggapan sebagai sekolah tertinggal, serta membangun rasa percaya diri agar mampu bersaing secara setara di tingkat nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan mengikuti lomba sains ini, katanya, menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi bukan halangan untuk meraih medali dan berprestasi tinggi di bidang akademik.
Di Sekolah Rakyat, melatih proses berpikir kritis, ketekunan, dan semangat juang siswa melalui ajang kompetisi resmi.
Serta, katanya, meningkatkan rasa percaya diri para siswa, mengembalikan keyakinan diri bahwa mereka memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk sukses seperti anak-anak lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
SRMA 44 Minahasa fokus memberikan akses pendidikan berkualitas untuk memutus mata rantai kemiskinan di berbagai wilayah di Sulut.
Junivia Vanecia Tulung, merupakan siswa SRMA 44 Minahasa yang membuktikan anak Program Keluarga Harapan (PKH) yang bisa bersinar.
Keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Junivia Vanecia Tulung, siswi asal Sekolah Rakyat Minahasa, berhasil mengharumkan nama Sulawesi Utara setelah lolos mewakili provinsi ke ajang lomba sains Biologi tingkat nasional.
Ia datang dari keluarga sederhana di Kecamatan Sonder. Ayahnya, Toar Harly Tulung, berprofesi sebagai pelaku usaha ikan mujair. Dengan pendapatan keluarga sekitar Rp1,5 juta per bulan dan status rumah yang masih menumpang milik orang lain, keluarga ini juga tercatat sebagai penerima PKH desil 2.
Lolos ke tingkat nasional bukan hal mudah. Junivia harus bersaing dengan siswa-siswa terbaik dari berbagai daerah di Sulut. Namun semangatnya untuk membuktikan bahwa anak dari keluarga penerima bantuan sosial juga bisa berprestasi membuatnya terus maju.
Junivia kini menjadi bukti nyata program Sekolah Rakyat memberi akses dan kesempatan yang sama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mengejar mimpi setinggi-tingginya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!