Kenapa Banyak Orang Beralih ke Motor Listrik? Efisiensi Biaya Jadi Jawabannya
📅 Jumat, 14 Agu 2026, 05:43 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoJAKARTA - Tren penggunaan kendaraan berbasis baterai di Indonesia, tidak hanya terjadi di segmen kendaraan roda empat saja, melainkan arus tersebut juga diikuti oleh produsen roda dua yang juga semakin agresif dalam memasarkan kendaraan jenis tersebut.
Di tengah kenaikan biaya hidup dan kebutuhan mobilitas yang semakin tinggi, motor listrik mulai menawarkan cara berbeda dalam menghitung biaya kepemilikan dan dianggap efisien. VinFast Viper, menjadi salah satu contoh motor listrik yang membawa pendekatan tersebut ke pasar Indonesia.
“Upaya percepatan elektrifikasi perlu didukung oleh kemudahan penggunaan dan nilai ekonomis yang nyata bagi konsumen,” kata CEO VinFast e-Scooter Indonesia, Yordan Satriadi dalam keterangan resminya, Kamis.
Dia melanjutkan bahwa speeda motor elektrik Viper tersedia dengan harga mulai Rp22,81 juta untuk wilayah Jakarta, perhitungan ekonominya tidak berhenti pada harga pembelian.
Melainkan hadirnya skema baterai, biaya penukaran, hingga garansi menjadi bagian dari kalkulasi yang perlu diperhatikan calon pengguna.
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah satu perbedaan paling mendasar, terletak pada sumber energi. Motor listrik tidak membutuhkan bensin untuk beroperasi, sementara biaya energi digantikan oleh kebutuhan pengisian atau penukaran baterai.
Motor listrik yang sudah menghadirkan teknologi sistem Smart Key dengan fitur pencarian kendaraan jarak jauh, anti-pencurian, serta fungsi on/off jarak jauh itu, memberikan kemudahan konsumen untuk memilih skema sewa baterai dengan biaya Rp84.000 per bulan untuk setiap baterai atau skema membeli kendaraan sekaligus baterainya.
Model tersebut, dianggap menarik karena dapat mengubah biaya besar di awal menjadi pengeluaran yang lebih terukur. Konsumen tidak hanya melihat berapa harga motor saat dibeli, tetapi juga berapa biaya yang harus dikeluarkan setiap bulan agar kendaraan tetap siap digunakan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Efisiensi semakin terlihat pada sistem penukaran baterai, pengguna dapat mengganti baterai di stasiun khusus dalam waktu sekitar satu hingga dua menit.
Artinya, persoalan waktu yang biasanya muncul ketika kendaraan listrik harus menunggu proses pengisian dapat ditekan. Untuk pengguna dengan mobilitas tinggi, waktu juga memiliki nilai ekonomi tersendiri.
Biaya penukaran baterai, VinFast mematoknya diangka Rp6.000 per baterai setiap kali transaksi.
Selain itu, tersedia fasilitas penukaran gratis di stasiun publik V-Green selama satu tahun, dengan batas hingga 20 kali penukaran setiap bulan untuk masing-masing kendaraan.
Namun, keuntungan finansial kendaraan listrik tidak seharusnya hanya dihitung dari selisih biaya energi. Umur kendaraan, perawatan, dan risiko pengeluaran besar juga menjadi bagian dari total cost of ownership.
Dalam hal ini, Viper disebut memiliki garansi hingga enam tahun atau 72.000 kilometer, yang berpotensi mengurangi beban biaya kepemilikan dalam periode tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!