Harga Kedelai Bergejolak, Pemerintah Gelontorkan Subsidi Rp2.000 per Kg
📅 Selasa, 09 Jun 2026, 17:05 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Stabilitas harga kedelai memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan dan keberlangsungan industri berbasis kedelai, seperti tahu dan tempe yang menjadi konsumsi utama masyarakat.
Fluktuasi harga yang tinggi dapat meningkatkan biaya produksi dan menekan margin usaha pelaku UMKM pangan.
Karena Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan kedelai, pergerakan harga global, nilai tukar rupiah, dan kelancaran rantai pasok menjadi faktor utama yang memengaruhi harga di dalam negeri.
Oleh karena itu, upaya menjaga stabilitas harga tidak hanya membutuhkan pengelolaan stok yang memadai, tetapi juga strategi jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas kedelai domestik dan mengurangi ketergantungan pada pasar internasional.
Pemerintah memutuskan memberikan subsidi kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram (kg) melalui Perum Bulog untuk menjaga stabilitas harga kedelai di tengah pelemahan rupiah dan tingginya ketergantungan impor komoditas tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan subsidi yang diberikan untuk tahap pertama sebanyak 250 ribu ton kedelai karena komoditas tersebut hampir seluruhnya masih bergantung pada impor.
“Kami sudah memutuskan rapat di sini, kedelai yang hampir seratus persen impor itu kita putuskan disubsidi Rp2.000 per kg. Pemerintah menyediakan untuk 250 ribu ton pertama melalui Bulog,” kata Zulhas usai Rapat Koordinasi Terbatas Perkembangan Harga Komoditas Pangan di Jakarta, Selasa.
Menurut Zulhas, pemerintah mengantisipasi pelemahan nilai tukar rupiah yang berpotensi memengaruhi harga kedelai di dalam negeri karena sebagian besar kebutuhan komoditas tersebut dipenuhi dari impor.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan subsidi tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas harga kedelai agar tidak membebani pelaku usaha tahu-tempe maupun masyarakat.
Pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran subsidi kedelai tahap pertama tersebut mencapai sekitar Rp500 miliar.
“Kedelai untuk 250 ribu ton pertama, ya. Kalau Rp2.000 per kg, berarti (total anggaran subsidi sekitar) Rp500 miliar,” ungkapnya.
Zulhas menjelaskan keputusan subsidi kedelai tersebut telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Selanjutnya, pemerintah akan menyurati Kementerian Keuangan untuk proses teknis pelaksanaan kebijakan tersebut.
“Nanti Bulog yang akan (mengkaji) teknisnya seperti apa,” ujar dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!