Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BBTE 2026 Targetkan 200 Buyer dan 100 Seller, Borobudur Jadi Hub Pariwisata Jawa Tengah

📅 Minggu, 16 Agu 2026, 16:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
BBTE 2026 Targetkan 200 Buyer dan 100 Seller, Borobudur Jadi Hub Pariwisata Jawa Tengah Doc: Antara
Ket. Arsip foto - Petugas Museum dan Cagar Budaya (MCB) memasang batu saat proses pemindahan Arca Unfinished Buddha di Lapangan Kenari Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (26/5).

Semarang - Ratusan pelaku industri pariwisata bakal meramaikan Borobudur Beyond Tourism Expo (BBTE) 2026 yang memiliki nilai strategis untuk memperkuat pariwisata Jawa Tengah, khususnya kawasan Candi Borobudur.

"BBTE 2026 digelar karena memiliki nilai strategis dalam memperkuat kawasan Borobudur dan pariwisata Jawa Tengah," kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah Hanung Triyono di Semarang, Minggu (16/8).

Menurut dia, kegiatan "Business to Business" (B2B) pariwisata tersebut juga sejalan dengan konsep aglomerasi global Provinsi Jawa Tengah.

Ia menjelaskan Borobudur bukan sekadar destinasi pariwisata, tetapi dapat menjadi hub yang menghubungkan berbagai potensi pariwisata Jawa Tengah melalui konektivitas, kolaborasi dan penguatan kawasan sebagai satu ekosistem ekonomi.
Sementara Ketua Panitia BBTE 2026 Sugeng Sugiantro mengatakan fokus utama kegiatan tersebut yakni menciptakan penjajakan kerja sama bisnis dan transaksi nyata.

“Kami ingin buyers datang bukan hanya untuk melihat Borobudur, tetapi melakukan 'business matching', membangun networking dan membuka kerja sama," katanya.

BBTE 2026, lanjut dia, memiliki konsep untuk melihat lebih jauh potensi destinasi, keramahan, MICE (pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran), dan ekonomi kreatif Jawa Tengah

BBTE 2026 akan digelar di Kota Magelang, Jawa Tengah, pada tanggal 25 sampai 28 Oktober 2026.
Panitia menargetkan sekitar 200 pembeli dan 100 penjual/ penyedia jasa di sektor pariwisata hadir dalam pertemuan bisnis yang menjadi titik baru industri pariwisata dan MICE tersebut.

Adapun Group CEO RajaMICE, Panca Rudolf Sarungu, menambahkan, BBTE 2026 dirancang bukan sekadar pameran, namun sebagai platform bisnis.

"BBTE diharapkan menjadi platform bisnis yang mempertemukan pasar dengan produk Indonesia," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Nasional
Duka Gempa NTT Sampai ke Am...
Luar Negeri
Kematian Arsitek Ekonomi Zh...
Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.