Pramono: Pengelolaan Sampah Harus Dimulai dari Rumah Tangga
📅 Senin, 08 Jun 2026, 13:17 WIB | Oleh: Diapari S“Sebelum ada Ingub Nomor 5 Tahun 2026, kami sudah memilah sampah sejak tiga tahun lalu. Dengan adanya Ingub ini, kami lebih serius sampai membuat biopori jumbo,” ujarnya.
RW 014 yang terdiri atas enam RT dengan sekitar 1.500 jiwa tersebut mengelola sampah organik melalui biopori, sementara sampah anorganik bernilai ekonomi seperti botol plastik dan kardus disalurkan melalui bank sampah yang bekerja sama dengan pengepul.
Saat ini warga telah merealisasikan 130 titik Biopori Jumbo dari target awal 150 unit. Ke depan, jumlah tersebut akan ditingkatkan menjadi 200 unit untuk mengolah sampah organik rumah tangga maupun sampah dari ruang publik seperti taman lingkungan.
Lurah Pondok Kelapa, Rasikin, menyambut baik keberhasilan program tersebut dan berharap dapat menjadi contoh bagi wilayah lain, khususnya di Kecamatan Duren Sawit.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Gerakan ini akan kami dorong untuk diterapkan di wilayah lain. Mari kita laksanakan bersama demi masa depan anak dan cucu kita agar Jakarta Timur, khususnya Kelurahan Pondok Kelapa, dapat mewujudkan target zero waste,” tuturnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!