Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Turki Sebut Krisis Iran Bisa Bikin Inflasi Global Bertahan Lebih Lama

4 Senin, 08 Jun 2026, 15:27 WIB | Oleh:
Turki Sebut Krisis Iran Bisa Bikin Inflasi Global Bertahan Lebih Lama Turki Sebut Krisis Iran Bisa Bikin Inflasi Global Bertahan Lebih Lama Doc: AFP/YASIN AKGUL

ISTANBUL - Gangguan rantai pasokan global dan kenaikan biaya energi, yang dipicu oleh ketegangan geopolitik yang sedang terjadi di Timur Tengah, memicu inflasi berkepanjangan di perekonomian-perekonomian berkembang (emerging), demikian disampaikan oleh Murat Tufan, seorang analis yang berbasis di Istanbul.

Dampak konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS), yang pada Minggu (7/6) memasuki hari ke-100 meluas dan memicu lonjakan tajam pada harga komoditas umum, ujar Tufan kepada Xinhua dalam sesi wawancara baru-baru ini.

"Biaya pupuk dan pengiriman terus meningkat akibat keterlambatan kapal di Selat Hormuz, sebuah hal krusial bagi perdagangan global, yang pada akhirnya mendongkrak harga akhir barang kebutuhan sehari-hari," tuturnya.

Inflasi menjadi salah satu pendorong utama dari kesulitan ekonomi yang sedang terjadi di negara-negara berkembang dan itu sangat rentan terhadap inflasi impor dan guncangan harga global, kata Tufan.

Tufan menjelaskan bahwa para konsumen kini beranggapan harga barang-barang pasti akan lebih mahal pada hari esok sehingga menjadi pola pikir yang melemahkan upaya yang lebih luas untuk mengendalikan inflasi

Didorong oleh kekhawatiran tersebut, kebiasaan sehari-hari masyarakat berubah drastis, kata Tufan. orang-orang semakin bergantung pada kredit untuk menimbun bahan-bahan kebutuhan pokok dapur, buru-buru membeli barang-barang kebutuhan rumah tangga esensial sebelum kenaikan harga berikutnya terjadi.

Tufan menuturkan bahwa situasi yang didorong oleh kepanikan tersebut, pada gilirannya, memberi ruang bagi pelaku usaha untuk menaikkan harga secara sewenang-wenang.

Gelombang inflasi baru yang jauh lebih berbahaya tersebut juga mengejutkan bank-bank sentral di seluruh dunia, kata Tufan.

Instrumen-instrumen moneter tradisional, seperti kenaikan suku bunga, sebagian besar tidak efektif dalam menghadapi inflasi yang didorong oleh gangguan pasokan semacam ini, mengingat bank sentral tidak dapat mengendalikan harga energi maupun komoditas di pasar global, imbuhnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Nasional
Daya Beli Melemah, Penguata...

Anggaran Perumahan Jakarta Disiapkan Rp1,54 Triliun

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Anggaran Perumahan Jakarta ...

Peluang Kerja Membludak Sampai 83.300 Lowongan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Peluang Kerja Membludak Sam...

Tahun Depan Seluruh OPD Bogor Sudah Digitalisasi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tahun Depan Seluruh OPD Bog...
Advertisement
Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri   

Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.