Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jobstreet by SEEK Soroti Pentingnya Magang Berbayar bagi Gen Z

📅 Senin, 08 Jun 2026, 15:30 WIB | Oleh:
Jobstreet by SEEK Soroti Pentingnya Magang Berbayar bagi Gen Z Doc: Jobstreet by SEEK
Ket. Menjelang musim wisuda dan periode transisi mahasiswa tingkat akhir ke dunia kerja, jobstreet membagikan sejumlah temuan dari Laporan Eksklusif Hiring, Compensation & Benefits 2025 sebagai acuan bagi perusahaan dalam merancang program magang yang lebih adil, relevan, dan kompetitif.

JAKARTA - Menjelang musim wisuda dan periode transisi mahasiswa tingkat akhir ke dunia kerja, jobstreet membagikan sejumlah temuan dari Laporan Eksklusif Hiring, Compensation & Benefits 2025 sebagai acuan bagi perusahaan dalam merancang program magang yang lebih adil, relevan, dan kompetitif. Temuan tersebut menegaskan bahwa program magang yang mengutamakan pembelajaran, kepatuhan terhadap regulasi, serta kompensasi yang layak dapat menjadi strategi efektif untuk menarik talenta muda.

Laporan tersebut mengungkap bahwa sebanyak 21 persen perusahaan merekrut tenaga kerja kontrak atau temporer dengan alasan utama untuk menghemat biaya pegawai. Menurut Jobstreet by SEEK, pendekatan serupa tidak seharusnya diterapkan dalam program magang karena berpotensi menggeser fungsi utama magang sebagai sarana pembelajaran menjadi sekadar sumber tenaga kerja berbiaya rendah.

Program magang dinilai perlu difokuskan pada pengembangan kompetensi, pengalaman kerja langsung, serta kesiapan mahasiswa dan siswa vokasi untuk memasuki dunia profesional. Selain memberikan kesempatan membangun portofolio dan keterampilan, program magang yang baik juga harus dirancang dengan peran yang jelas serta target pembelajaran yang terukur.

Head of Country Marketing Indonesia Jobstreet by SEEK, Sawitri, menegaskan bahwa magang merupakan jembatan penting antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Karena itu, perusahaan diharapkan tetap menempatkan pembelajaran sebagai tujuan utama program tersebut.

"Program magang pada dasarnya adalah ruang pembelajaran bagi mahasiswa tingkat akhir untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja profesional, memahami ritme kerja, dan mempersiapkan diri sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja. Karena itu, magang tidak seharusnya bergeser dari fungsi utamanya sebagai ruang pembelajaran menjadi sekadar sumber tenaga kerja berbiaya rendah," ujarnya.

Jobstreet by SEEK juga mengingatkan pentingnya kepatuhan perusahaan terhadap aturan pemerintah terkait pelaksanaan program magang, termasuk mengenai jam kerja, durasi program, beban kerja, hingga pemberian gaji atau uang saku kepada peserta. Dengan desain program yang proporsional dan terstruktur, magang dapat memberikan manfaat yang seimbang bagi peserta maupun perusahaan.

Temuan lain dari laporan Workplace Happiness Index Indonesia 2025 menunjukkan bahwa Generasi Z menjadi kelompok pekerja dengan tingkat kebahagiaan kerja paling rendah. Kelompok ini cenderung lebih memperhatikan makna pekerjaan, peluang pengembangan diri, serta keseimbangan kehidupan dan pekerjaan dibandingkan faktor finansial semata.

Meski demikian, kompensasi yang layak tetap dianggap penting untuk memastikan kesempatan magang dapat diakses oleh seluruh kalangan. Jobstreet by SEEK mencatat sebanyak 47 persen perusahaan telah menyediakan program apprenticeship atau mentoring sebagai salah satu benefit utama, sementara 56 persen perusahaan di Indonesia telah mengadopsi inisiatif Diversity, Equity & Inclusion (DEI).

Sebagai bagian dari implementasi prinsip inklusivitas, perusahaan didorong untuk memberikan gaji atau uang saku yang layak kepada peserta magang, membuka akses bagi kandidat dari berbagai latar belakang ekonomi, serta menghindari persyaratan yang berpotensi membatasi kesempatan bagi talenta potensial dari kelompok kurang mampu.

Menurut Jobstreet by SEEK, program magang berbayar tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta, tetapi juga menghadirkan keuntungan strategis bagi perusahaan. Selain memperluas akses terhadap talenta terbaik, kompensasi yang adil dapat meningkatkan keterikatan peserta magang, memperkuat reputasi perusahaan sebagai tempat kerja pilihan, serta menciptakan pipeline kandidat berkualitas untuk kebutuhan rekrutmen di masa depan.

Jobstreet by SEEK menilai bahwa program magang yang menyeimbangkan aspek pembelajaran, kepatuhan regulasi, dan kompensasi yang layak merupakan investasi jangka panjang bagi perusahaan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem ketenagakerjaan sekaligus memperkuat daya saing bisnis di tengah kebutuhan talenta yang terus berkembang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
332 Peserta Lolos Tahap Awa...
Daerah
Pemancing Tenggelam, Empat ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Perubahan Skor SPMB SMA/SMK Manusia Unggul Jalur Prestasi Non-Akademik Sesuai Data Riil.

Perubahan Skor SPMB SMA/SMK Manusia Unggul Jalur Prestasi Non-Akademik Sesuai Data Riil.

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.