Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keuangan Tetap Sehat di Tengah Ketidakpastian? Pengamat Anjurkan Solusi Ini

📅 Rabu, 03 Jun 2026, 14:40 WIB | Oleh: Tim Penulis

“Di Bali misalnya, ketika wisatawan asing meningkat akibat nilai tukar yang menguntungkan, UMKM lokal ikut merasakan dampak positif melalui peningkatan penjualan dan perputaran ekonomi rakyat,” ucapnya.

Ia pun mengharapkan masyarakat tidak perlu panik berlebihan menghadapi pelemahan rupiah karena justru dapat memperburuk kondisi ekonomi melalui perilaku konsumtif dan spekulatif.

“Yang dibutuhkan adalah sikap adaptif, hemat, produktif, serta meningkatkan keterampilan agar mampu bertahan di tengah perubahan ekonomi global,” imbuh Raka Suardana.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menembus level Rp17.926 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia dan memperkuat posisi dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti
    Preview komentar:
    Semoga dapat membantu dan meringankan beban saudara kita ...
    Luar biasa pak mentan dengan kepeduliannya dan gerak ...
  • Tumbuh Kuat, BI Sebut Industri Pengolahan dan Perdagangan Jadi Penopang Ekonomi Jateng
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai ketangguhan ekonomi Jateng; ...
  • BUMN Tak Cukup Andalkan Aset, Menperin Minta Perkuat Hilirisasi dan Rantai Pasok Industri
    Preview komentar:
    Pernyataan Bapak Agus Gumiwang yang menggarisbawahi urgensi penguatan ...
Kepolisian Resor Kotawaringin Barat Akan Menindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan

Kepolisian Resor Kotawaringin Barat Akan Menindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan

21 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.