IHSG Hari Ini Merah, Pasar Mulai Uji Kredibilitas Kebijakan Pemerintah
📅 Rabu, 03 Jun 2026, 18:12 WIB | Oleh: Tim PenulisPada 19 Juni 2026, akan berlangsung MSCI Global Market Accessibility Review dan FTSE Russell Global Equity Index Series Review, disusul oleh FTSE Rebalancing efektif 22 Juni 2026, serta MSCI Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026.
Setelah Moody's dan Fitch, Liza menyebut bahwa FTSE dan MSCI berpotensi menjadi ujian berikutnya bagi kredibilitas pasar modal Indonesia.
"Menariknya, hampir seluruh berita buruk yang dapat dibayangkan investor sebenarnya sudah muncul dalam enam bulan terakhir, di antaranya rupiah melemah, foreign outflow meningkat, Moody's dan Fitch negatif, kekhawatiran terhadap S&P meningkat, serta MSCI dan FTSE melakukan review terhadap Indonesia," ujar Liza.
Namun demikian, Liza mengingatkan bahwa Indonesia hingga saat ini masih mempertahankan status investment grade, S&P masih mempertahankan outlook stabil, MSCI belum mengubah klasifikasi Indonesia, serta FTSE juga belum menempatkan Indonesia dalam downgrade watch list.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, artinya sebagian risiko yang saat ini ditakuti pasar masih berupa kemungkinan, bukan fakta yang telah terjadi.
"Masalahnya, kebijakan Indonesia yang tidak bijak suka muncul tiba-tiba secara misterius,dan seringkali malah memberikan another blow to the market," ujar Liza.
Dalam jangka pendek, Liza menyebut FTSE dan MSCI kemungkinan akan menjadi ujian terpenting berikutnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pertanyaan yang harus dijawab investor bukan lagi "mengapa IHSG jatuh?" Melainkan, apakah pasar saat ini sedang menilai risiko Indonesia secara objektif, atau sudah mulai menghukum Indonesia lebih keras daripada yang seharusnya," ujar Liza.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah dipimpin sektor barang baku yang turun sebesar 9,31 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor infrastruktur yang masing-masing turun sebesar 5,23 persen dan 5,01 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu WEHA, MMIX, OMRE, MSIN dan CASA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni TPIA, APIC, ARKO, GMTD dan KJEN.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.767.373 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 40,17 miliar lembar saham senilai Rp25,25 triliun. Sebanyak 69 saham naik, 692 saham menurun dan 54 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 1.742,76 poin atau 2,61 persen ke 68.477,00, indeks Shanghai menguat 8,87 poin atau 0,22 persen ke 4.083,97, indeks indeks Hang Seng melemah 405,11 poin atau 1,56 persen ke 26.038,32, dan indeks Strait Times menguat 37,29 poin atau 0,73 persen ke 5.134,98.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!