Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Melesat, Seluruh Sektor Saham Kompak Menghijau

📅 Kamis, 16 Jul 2026, 18:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Melesat, Seluruh Sektor Saham Kompak Menghijau Doc: ANTARADhemas Reviyanto
Ket. Ilustrasi-Seorang pria mengamati layar digital pergerakan harga saham atau IHSG di Bursa Efek Indonsia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditopang kenaikan seluruh sektor saham mencerminkan membaiknya sentimen investor terhadap prospek pasar domestik.

Kenaikan yang bersifat merata menunjukkan bahwa minat beli tidak hanya terkonsentrasi pada saham-saham tertentu, tetapi meluas ke berbagai sektor, mengindikasikan optimisme yang lebih kuat terhadap fundamental ekonomi dan kinerja emiten.

Meski demikian, keberlanjutan tren positif tersebut tetap akan dipengaruhi oleh dinamika global, arah kebijakan suku bunga, serta rilis data ekonomi yang menjadi acuan pelaku pasar dalam mengambil keputusan investasi.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (16/7) sore, ditutup menguat 66,24 poin atau 1,10 persen ke posisi 6.108,21 ditopang oleh penguatan semua sektor saham.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 8,68 poin atau 1,45 persen ke posisi 608,58.

"Kenaikan indeks potensi dibatasi efek dari harga minyak dunia yang kembali bergejolak, dan saat ini sudah tembus di atas 80 dolar AS per barel dampak kembalinya tensi panas antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta.

Dari dalam negeri, Nico menilai penguatan IHSG didukung oleh pemerintah yang tengah mempersiapkan langkah-langkah fiskal dan pasar untuk mengendalikan inflasi, khususnya pada komoditas pangan yang volatil dan meningkatnya biaya industri.

Selain itu, keputusan lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia, masih menjadi sentimen positif bagi aset domestik.

"Di sisi lain, kenaikan harga minyak dunia tentunya kembali membebani APBN, sehingga dikhawatirkan akan melemparkan defisit fiskal," ujar Nico.

Dari mancanegara, Nico menjelaskan pelaku terus memantau peningkatan serangan di Timur Tengah setelah AS melancarkan serangan tambahan terhadap target Iran.

Konflik itu kembali memanas mendorong harga minyak naik tajam pada pekan ini, yang memicu kekhawatiran baru tentang inflasi dan prospek suku bunga. Namun, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Teheran telah mengindikasikan kesediaan untuk melanjutkan negosiasi..

Di sisi lain, rilis data ekonomi China yang menunjukkan bahwa ekonomi negara itu tumbuh pada laju paling lambat.

Data menunjukkan bahwa PDB China tumbuh pada laju paling lambat sejak kuartal keempat tahun 2022 dan berada di bawah kisaran target pertumbuhan pemerintah tahun 2026 sebesar 4,5-5 persen.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

32 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

35 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

57 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.