Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Menguat Meski Pasar Masih Menebak Arah Suku Bunga BI

📅 Senin, 20 Jul 2026, 18:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Menguat Meski Pasar Masih Menebak Arah Suku Bunga BI Doc: ANTARA FOTO/ Dhemas Reviyanto.
Ket. Ilustrasi-Seorang wanita berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup menguat di tengah sikap wait and see pelaku pasar terhadap arah suku bunga Bank Indonesia (BI) mencerminkan optimisme investor yang masih terjaga, meski dibayangi ketidakpastian kebijakan moneter.

Penguatan indeks menunjukkan pasar mulai mengakumulasi saham-saham unggulan sambil menunggu sinyal yang lebih jelas dari BI terkait keseimbangan antara menjaga stabilitas rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ke depan, arah pergerakan IHSG akan sangat dipengaruhi oleh keputusan suku bunga BI, dinamika arus modal asing, serta sentimen global, khususnya prospek kebijakan moneter Amerika Serikat.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/7) sore ditutup menguat 56,25 poin atau 0,91 persen ke posisi 6.231,78 di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap arah kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,84 poin atau 0,94 persen ke posisi 627,75.

“Dengan mempertimbangkan sentimen domestik dan global, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 6.000-6.300 sepanjang pekan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, dengan level 6.500 menjadi area penopang penting,” ujar Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana saat dihubungi oleh Antara di Jakarta.

Pada pekan ini, pertemuan RDG BI diselenggarakan pada 21-22 Juli 2026, dengan salah satunya akan menentukan arah kebijakan BI-Rate yang saat ini berada di level 5,75 persen, atau telah dinaikkan sebanyak tiga kali dengan total 100 basis poin (bps) sepanjang tahun 2026.

Hendra memperkirakan pergerakan IHSG selama pekan RDG masih akan diwarnai sikap wait and see, yang mana pelaku pasar tidak hanya menanti keputusan mengenai BI Rate, namun juga mencermati arah kebijakan ke depan, terutama terkait stabilitas nilai tukar Rupiah, inflasi, dan prospek arus modal asing.

“Dalam kondisi seperti ini, pasar umumnya lebih sensitif terhadap sinyal atau forward guidance yang disampaikan BI dibandingkan besaran suku bunga itu sendiri,” ujar Hendra.

Selama BI tetap mengedepankan keseimbangan antara menjaga stabilitas Rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi, Ia memperkirakan reaksi pasar cenderung akan positif karena sebagian besar ekspektasi itu telah diperhitungkan oleh investor.

Namun demikian, Ia menyebut apabila muncul sinyal pengetatan moneter yang lebih agresif, maka tekanan jangka pendek terhadap IHSG masih mungkin terjadi, terutama pada sektor-sektor yang sensitif terhadap suku bunga.

“Meski demikian, langkah tersebut juga dapat dipandang positif karena memperkuat kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia,” ujar Hendra.

Untuk prospek hingga akhir 2026, Hendra mengatakan peluang IHSG masih cukup menjanjikan meskipun volatilitas diperkirakan tetap tinggi.

Adapun, arah pergerakan pasar tidak hanya ditentukan oleh kebijakan BI, namun juga dipengaruhi keputusan suku bunga The Fed, perkembangan geopolitik global, stabilitas nilai tukar Rupiah, harga komoditas, serta kinerja laba emiten.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.