Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pandangan Tokoh Muda NU Gus Lilur Terkait Fungsi Muktamar ke-35 Sebagai Penjaga Moral RI

📅 Jumat, 22 Mei 2026, 02:55 WIB | Oleh:
Pandangan Tokoh Muda NU Gus Lilur Terkait Fungsi Muktamar ke-35 Sebagai Penjaga Moral RI Doc: ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Ket. Tokoh muda Nadhlatul Ulama (NU) Khalilur Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur (kanan) bersama dengan Menteri Agama Nazaruddin Umar (kiri).

JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan bahwa pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026 bukan sekadar forum seremonial untuk pemilihan ketua umum dan rais aam. 

Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Khalilur Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur mengatakan muktamar ke-35 merupakan pijakan NU agar tetap menjadi penjaga moral RI.

"NU adalah pilar yang membuat republik ini berdiri dan tetap bertahan sampai hari ini," ucap Gus Lilur dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Dia menuturkan Indonesia berdiri karena jasa para ulama NU. RI dibangun bukan hanya oleh pidato para nasionalis di kota-kota besar, melainkan juga oleh doa, fatwa, dan darah para kiai di pesantren-pesantren kampung.

Ketika republik ini belum punya tentara yang kuat, birokrasi yang rapi, bahkan legitimasi yang kokoh di mata rakyat, kata Gus Lilur, para ulama NU sudah lebih dulu menjaga Indonesia dengan pengaruh moral mereka.

Ia mencontohkan seperti hubungan Presiden pertama RI Soekarno dengan pendiri NU Kiai Haji Hasyim Asy'ari.

Bung Karno berkali-kali datang meminta pandangan kepada Hasyim.

Disebutkan bahwa dalam banyak catatan sejarah, para pemimpin RI memahami bahwa dukungan ulama NU bukan sekadar dukungan politik, melainkan legitimasi moral bagi berdirinya Indonesia.

Dengan demikian, dirinya menegaskan NU sejak awal mengambil posisi dekat dengan rakyat, dekat dengan negara, tetapi tidak tunduk menjadi alat negara.

"Kadang kita terlalu mudah melupakan sejarah," tuturnya.

Adapun Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan akan menggelar Muktamar ke-35 NU pada 1-5 Agustus 2026.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf berharap pelaksanaan forum tertinggi di lingkungan organisasi, muktamar, tidak dijadikan sebagai ajang batu loncatan untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.

"Bahwa muktamar ini tidak menjadi ajang semacam batu loncatan untuk Pemilu 2029," ujar pria yang akrab disapa Gus Yahya ini.

Gus Yahya mengatakan pesan tersebut telah berulang kali disampaikan selama hampir lima tahun kepemimpinannya di PBNU. Karena itu, PBNU akan mengupayakan agar muktamar tidak dimanfaatkan sebagai arena untuk kepentingan politik elektoral.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Luar Negeri
Trump Salahkan Presiden Ukr...
Advertisement
Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.