Darah Buatan Universal untuk Atasi Krisis Pasokan
📅 Rabu, 03 Jun 2026, 07:08 WIB | Oleh: Haryo BronoBeberapa kelompok peneliti mencoba memproduksi sel darah merah dari sel punca (stem cell), sementara yang lain mengembangkan pembawa oksigen sintetis berbasis molekul kimia.
Meski pendekatan yang digunakan berbeda-beda, seluruh proyek tersebut memiliki tujuan yang sama: menciptakan sumber darah yang aman, tersedia dalam jumlah besar, dan dapat digunakan kapan pun diperlukan.
Harapan Baru
Para ahli menilai keberhasilan darah buatan universal dapat menjadi salah satu lompatan terbesar dalam sejarah transfusi sejak ditemukannya sistem golongan darah oleh Karl Landsteiner pada awal abad ke-20.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain membantu mengatasi kekurangan donor, teknologi ini berpotensi menurunkan angka kematian akibat keterlambatan transfusi, mempercepat respons medis saat bencana, serta meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil.
Meski masih membutuhkan pengujian lanjutan dan persetujuan regulator sebelum digunakan secara luas, perkembangan terbaru dari Jepang memberikan harapan baru bahwa di masa depan kebutuhan darah tidak lagi sepenuhnya bergantung pada donor manusia.
Jika seluruh tahapan penelitian berjalan sesuai rencana, darah buatan universal dapat menjadi salah satu inovasi medis paling penting dalam dekade mendatang dan membuka era baru dalam dunia transfusi darah global. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!