Darah Buatan Universal untuk Atasi Krisis Pasokan
📅 Rabu, 03 Jun 2026, 07:08 WIB | Oleh: Haryo BronoKETERSEDIAAN darah menjadi salah satu tantangan besar yang masih dihadapi sistem kesehatan di berbagai negara. Setiap tahun, jutaan pasien membutuhkan transfusi darah untuk menjalani operasi, perawatan kanker, penanganan kecelakaan, komplikasi persalinan, hingga berbagai penyakit kronis. Namun, pasokan darah dari donor tidak selalu mampu memenuhi kebutuhan yang terus meningkat.
Di tengah tantangan tersebut, para ilmuwan di Jepang mengembangkan teknologi yang berpotensi mengubah masa depan dunia transfusi. Tim peneliti dari Nara Medical University tengah melakukan uji klinis terhadap darah buatan universal yang dirancang dapat digunakan untuk semua golongan darah dan memiliki masa simpan jauh lebih lama dibandingkan darah donor konvensional.
Apabila pengembangan ini berhasil, darah buatan universal berpotensi menjadi terobosan medis yang dapat membantu mengatasi kekurangan stok darah, mempercepat penanganan pasien dalam kondisi darurat, serta memperluas akses layanan kesehatan di wilayah terpencil.
Meniru Fungsi Sel Darah Merah
Berbeda dengan darah donor yang berasal langsung dari manusia, darah buatan yang dikembangkan peneliti Jepang dibuat menggunakan hemoglobin yang diekstrak dari darah donor yang telah melewati masa simpan. Hemoglobin merupakan protein utama dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hemoglobin tersebut kemudian dibungkus dalam kapsul lipid mikroskopis yang disebut hemoglobin vesicles (HbVs). Struktur ini dirancang untuk meniru fungsi sel darah merah dalam mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
Karena tidak membawa antigen golongan darah seperti A, B, AB, atau O, produk tersebut dapat digunakan tanpa memerlukan proses pencocokan golongan darah terlebih dahulu. Karakteristik ini menjadikannya sebagai kandidat darah universal yang dapat diberikan kepada pasien dalam berbagai situasi medis.
Ketua tim peneliti, Profesor Hiromi Sakai dari Nara Medical University, menjelaskan bahwa tujuan utama pengembangan teknologi ini adalah menyediakan sumber darah yang aman dan dapat digunakan kapan saja ketika pasokan darah donor tidak tersedia.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami berharap dapat menciptakan produk yang dapat menyelamatkan nyawa ketika darah donor tidak dapat diperoleh dengan cepat,” kata Sakai dalam berbagai publikasi mengenai penelitian tersebut.
Krisis Pasokan Darah
Menurut berbagai lembaga kesehatan internasional, kebutuhan darah terus meningkat seiring bertambahnya populasi lansia, meningkatnya jumlah operasi medis, serta tingginya angka kecelakaan lalu lintas dan penyakit kronis.
Di banyak negara, stok darah sering kali mengalami kekurangan terutama saat terjadi bencana alam, konflik, pandemi, atau penurunan jumlah pendonor. Selain itu, darah donor memiliki masa simpan terbatas sehingga tidak dapat disimpan dalam jangka waktu lama.
Sel darah merah donor umumnya hanya dapat disimpan dalam jangka waktu sekitar 42 hari dalam kondisi dingin. Setelah melewati batas tersebut, darah tidak lagi layak digunakan untuk transfusi kepada pasien.
Sebaliknya, darah buatan yang sedang dikembangkan di Jepang diklaim dapat disimpan hingga dua tahun pada suhu ruang. Kemampuan ini dinilai menjadi salah satu keunggulan terbesar karena memungkinkan rumah sakit maupun lembaga kemanusiaan menyimpan cadangan darah lebih lama tanpa memerlukan fasilitas pendinginan khusus.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!