Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menguraikan Penyebab Tingginya Muka Air di Saluran Kapuk Raya

📅 Senin, 05 Okt 2026, 22:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menguraikan Penyebab Tingginya Muka Air di Saluran Kapuk Raya Doc: Antara
Ket. Arsip Foto - Pengerukan kali di wilayah Jakarta Barat, Jumat (11/9/2026).

Jakarta - Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat Mustajab menyebutkan tingginya muka air di saluran Jalan Kapuk Raya, Cengkareng, diakibatkan oleh adanya inlet atau bukaan pada saluran penghubung (PHB) Rawa Bengkel.

"Sehingga, aliran air masuk ke saluran di Jalan Kapuk Raya. Ini juga imbas dari volume saluran irigasi yang cukup tinggi," kata Mustajab dalam pembahasan upaya penanganan saluran tersebut di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin.

Kondisi tersebut, kata dia, turut diperparah oleh bagian hilir saluran yang tertutup oleh bangunan.

Dia mengatakan kondisi itu pun membuat pengerukan lumpur saluran tidak berdampak signifikan pada penurunan muka air saluran.

Sementara itu, Camat Cengkareng Suhardin menuturkan normalisasi saluran PHB merupakan salah satu solusi teknis untuk mengatasi persoalan tersebut.

"Penanganan banjir yang dilakukan, yakni penanganan pascabanjir, kerja bakti serentak, dan normalisasi saluran PHB," ujar Suhardin.

Terkait penanganan banjir secara terpadu, lanjut dia, dilakukan dengan penguatan infrastruktur dengan dukungan kewilayahan untuk sistem pompa polder dan pompa makro. Selain itu, optimalisasi saluran PHB juga dilakukan dengan cara pengerukan sedimen lumpur dan perawatan saluran.

"Selain itu, dilakukan penataan kawasan dengan memfasilitasi penertiban persuasif untuk ruang air," tutur Suhardin.

Terkait penataan kawasan, dia mengungkapkan Sudin SDA Jakarta Barat berencana membangun rumah pompa apuran dengan kapasitas 12.000 liter per detik dan melakukan pengerukan serta normalisasi agresif Kali Apuran.

"Selain Kali Apuran, juga penataan kawasan Rawa Buaya berupa pembangunan embung, penertiban persuasif dan penataan bantaran kali untuk ruang retensi," ungkap Suhardin.

Tak hanya Kali Apuran dan Mookevart, sambung dia, normalisasi juga dilakukan pada saluran di sejumlah titik di Kapuk dan Rawa Buaya. Kemudian, dilakukan pula pengurasan saluran dan penambalan sheetpile di Kali Mookevart, RW 08, Kedaung Kaliangke.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
Daerah
Kualitas Udara Palembang Be...
Nasional
KPK Periksa Kakak Ridwan Ka...
Advertisement
Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti

Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.