Darah Buatan Universal untuk Atasi Krisis Pasokan
📅 Rabu, 03 Jun 2026, 07:08 WIB | Oleh: Haryo Brono“Jika berhasil diterapkan, produk ini dapat menjadi solusi bagi daerah terpencil, lokasi bencana, hingga wilayah konflik yang sulit mendapatkan pasokan darah secara rutin,” ujar sejumlah peneliti yang terlibat dalam proyek tersebut.
Situasi Darurat
Dalam dunia medis, waktu sering kali menjadi faktor penentu antara hidup dan mati. Pada kasus kecelakaan berat atau perdarahan hebat, tenaga medis harus bertindak cepat untuk menggantikan darah yang hilang.
Namun dalam praktiknya, transfusi darah membutuhkan proses identifikasi golongan darah dan pencocokan kompatibilitas untuk menghindari reaksi transfusi yang berbahaya. Kehadiran darah universal berpotensi menghilangkan hambatan tersebut. Dokter dapat langsung memberikan transfusi tanpa harus menunggu hasil pemeriksaan golongan darah, sehingga penanganan pasien menjadi lebih cepat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para peneliti menilai teknologi ini juga dapat memberikan manfaat besar dalam operasi militer, misi kemanusiaan, layanan ambulans udara, hingga penanganan korban bencana berskala besar.
Memasuki Tahap Uji Klinis
Setelah melalui serangkaian pengujian laboratorium dan penelitian praklinis pada hewan, darah buatan universal kini memasuki tahap uji klinis pada manusia. Dalam tahap awal penelitian, para relawan sehat menerima dosis kecil hemoglobin vesicles untuk mengevaluasi keamanan produk tersebut. Peneliti kemudian memantau berbagai parameter kesehatan guna memastikan tidak terjadi efek samping serius.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika hasil tahap awal menunjukkan keamanan yang memadai, penelitian akan berlanjut pada dosis yang lebih besar dan evaluasi efektivitas dalam kondisi medis yang sesungguhnya. Para ilmuwan menegaskan bahwa proses pengembangan masih membutuhkan waktu sebelum teknologi ini dapat digunakan secara luas di rumah sakit.
“Kami harus memastikan produk ini aman dan efektif sebelum tersedia untuk masyarakat luas,” kata Sakai.
Meski sering disebut sebagai darah buatan, para ilmuwan menjelaskan bahwa produk ini belum menggantikan seluruh fungsi darah manusia. Darah alami memiliki berbagai komponen kompleks, termasuk sel darah merah, sel darah putih, trombosit, protein, hormon, dan berbagai zat biologis lainnya.
Teknologi yang dikembangkan saat ini terutama berfokus pada fungsi pengangkutan oksigen yang dilakukan oleh sel darah merah. Karena itu, darah buatan kemungkinan akan digunakan sebagai pelengkap transfusi konvensional, terutama dalam kondisi darurat, bukan sebagai pengganti total darah manusia.
Perlombaan Global
Jepang bukan satu-satunya negara yang berupaya menciptakan darah buatan. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai universitas, lembaga penelitian, dan perusahaan bioteknologi di Amerika Serikat, Inggris, serta sejumlah negara Eropa juga mengembangkan teknologi serupa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!