Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Menperin Sarmuji Tegaskan, Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

1 Senin, 05 Okt 2026, 23:26 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Menperin Sarmuji Tegaskan, Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan Menperin Sarmuji Tegaskan, Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan Doc: istimewa
Ket. Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyoroti kebijakan impor yang terbuka tanpa batasan. Ia menegaskan kebijakan tersebut akan membuat pelaku industri nasional semakin sulit bertahan jika tidak mempertimbangkan kapasitas produksi dalam negeri

JAKARTA –Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyoroti kebijakan impor yang terbuka tanpa batasan. Ia menegaskan kebijakan tersebut akan membuat pelaku industri nasional semakin sulit bertahan jika tidak mempertimbangkan kapasitas produksi dalam negeri.

"Misalnya, kalau izin impor terbuka sedemikian rupa tanpa ada pertimbangan untuk membatasi, sektor industri dalam negeri tentu akan sulit bertahan untuk jenis-jenis barang tertentu. Karena itu, kita membutuhkan kerja sama dengan banyak stakeholder," kata Sarmuji di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Hal itu disampaikan usai pertemuan dan rapat internal dengan jajaran unit kerja di lingkungan Kemenperin. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mendalami kondisi sekaligus memetakan persoalan sektor industri, termasuk dampaknya terhadap daya saing produk lokal.

Menperin menekankan Kemenperin harus mengambil peran yang semakin kuat sebagai akselerator pertumbuhan industri nasional. Jajaran Kemenperin didorong menghasilkan langkah strategis dan terobosan yang berdampak nyata, tidak hanya menjalankan tugas rutin.

"Keberadaan Kementerian Perindustrian harus menjadi faktor akseleratif terhadap industri-industri di bawah naungan Kemenperin. Kita harus membuat langkah-langkah besar di semua sektor supaya industri ini tumbuh makin cepat," ujarnya.

Menurut Sarmuji, langkah besar perlu dilakukan agar sektor industri memberikan kontribusi optimal terhadap perekonomian. Industri memiliki peran penting dalam menciptakan nilai tambah sekaligus membuka lapangan kerja dalam jumlah besar.

"Kalau pertumbuhan industrinya tidak tinggi, akan sulit mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Apalagi dalam penyerapan tenaga kerja, sektor industri mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar," tambahnya.

Ia meminta seluruh jajaran aktif mengidentifikasi persoalan yang menjadi penghambat pertumbuhan masing-masing subsektor industri. Pemetaan itu diperlukan sebagai landasan menentukan kebijakan dan program yang menjawab kebutuhan dunia usaha.

Dalam proses tersebut, Sarmuji membuka ruang komunikasi lebih luas di internal Kemenperin. Masukan tidak hanya dari pejabat eselon I, tetapi juga eselon II maupun jajaran lain yang memahami persoalan teknis di lapangan.

"Saya membuka ruang, seandainya ada masukan dari eselon II sekalipun, saya akan terima dengan baik, meskipun kita tetap menghargai hierarki birokrasi," tuturnya.

Menurutnya, keterbukaan informasi dari berbagai jenjang penting untuk memperoleh gambaran persoalan industri secara utuh.

"Menyerap informasi dari bawah dan memberikan akses informasi kepada saya itu juga sesuatu yang sangat penting. Barangkali ada informasi yang belum ter-cover di eselon I, tetapi bisa diberikan oleh jajaran di bawahnya. Begitu juga informasi dari luar, kami sangat terbuka untuk menerimanya," ungkapnya.

Selain memperkuat koordinasi internal, Sarmuji menegaskan pentingnya sinergi dengan kementerian/lembaga lain. Sebab sejumlah persoalan industri, terutama pengendalian impor dan perlindungan pasar domestik, tidak bisa diselesaikan Kemenperin sendiri.

"Hubungan Kementerian Perindustrian dengan stakeholder yang lain harus kita perkuat, karena banyak problem yang penyelesaiannya tidak berada di Kementerian Perindustrian saja. Ada yang berkaitan dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, dan kementerian atau lembaga lainnya," jelasnya.

Ia menegaskan berbagai masukan dari internal maupun pelaku industri akan menjadi bahan merumuskan kebijakan selanjutnya. Dengan pemetaan yang komprehensif dan koordinasi lintas kementerian yang kuat, Kemenperin diharapkan menghadirkan solusi konkret.

"Jangan sampai keberadaan saya sebagai Menteri itu biasa-biasa saja. Kita harus meninggalkan legacy, harus membuat langkah-langkah besar di semua sektor supaya industri ini tumbuh makin cepat," tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

BMKG: Jakarta Diprediksi Akan Hujan pada Minggu Sore

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprediksi Ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.