Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prediksi Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026 dan Misi Putus Rekor Buruk

1 Senin, 05 Okt 2026, 16:56 WIB | Oleh:
Prediksi Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026 dan Misi Putus Rekor Buruk Prediksi Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026 dan Misi Putus Rekor Buruk Doc: ANTARARivan Awal Lingga
Ket. Sejumlah pesepak bola Timnas Indonesia mengikuti sesi latihan di Stadion PTIK, Jakarta, Minggu (4/10/2026). Latihan tersebut sebagai ajang persiapan melawan Timnas Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026, Senin (5/10/2026).

JAKARTA - Pelatih kepala tim nasional Indonesia John Herdman menegaskan kesiapan pasukannya untuk memberikan seluruh kemampuan terbaik saat menghadapi Thailand pada laga final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10) malam.

Hasil pertandingan ibarat "misteri" bagi Herdman. Ada banyak faktor yang mempengaruhinya, di antaranya keputusan wasit dan "dewi fortuna" yang menjadi bagian tak terpisahkan dalam sepak bola.

Hal yang bisa ia kendalikan adalah memotivasi anak-anak asuhnya untuk memberikan segalanya di setiap pertandingan, termasuk di final FIFA ASEAN Cup 2026 menghadapi Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, malam nanti pukul 20.00 WIB.

Inilah satu-satunya yang bisa Herdman janjikan kepada suporter, yang nanti malam akan membuat SUGBK "full house" setelah 67 ribu lembar tiket ludes terjual atau "sold out".

"Tim akan memasuki Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk memberikan segalanya bagi negara," kata Herdman pada jumpa pers pra-pertandingan, Minggu.

Final ini merupakan final pertama Herdman untuk Indonesia, setelah ia ditunjuk menjadi nahkoda Garuda pada 10 bulan yang lalu. Bukan hanya bagi Herdman, final ini merupakan final pertama untuk sebagian besar skuad Indonesia.

Herdman sangat antusias memainkan final pertamanya, tetapi ia mengingatkan pasukannya untuk tetap menghormati lawan. Ia tak ingin laga final berlangsung kacau, sehingga rencana permainan yang ia susun tak berjalan dengan baik di lapangan.

Begitu juga dengan Kevin Diks, yang di turnamen ini menjadi kapten tim untuk menggantikan Jay Idzes yang absen karena cedera.

Pemain Borussia Moenchengladbach itu meminta rekan-rekannya untuk tidak terbawa emosi dan tetap menjaga fokus penuh sepanjang pertandingan.

Garuda tidak boleh kehilangan konsentrasi sedikit pun. Pertandingan seperti final memiliki karakter tersendiri karena satu momen saja bisa menjadi penentu hasil akhir.

"Jangan terbawa emosi atau apa pun, karena Anda harus tetap fokus selama 100 menit, bahkan mungkin lebih. Satu momen bisa menjadi penentu dalam final. Jika ada dua tim bagus yang saling berhadapan, satu momen saja sudah cukup dan satu momen bisa menentukan pertandingan," kata pemain yang memenangkan tiga gelar Liga Denmark bersama FC Copenhagen tersebut.

Putus kutukan itu

Secara pengalaman, Thailand akan memasuki laga final dengan kepala yang lebih "dingin" karena memang mereka sudah berkali-kali memenangi trofi di Asia Tenggara.

Mental mereka sudah teruji di laga puncak. Thailand sudah menggondol trofi Piala AFF tujuh kali, sementara sejarah masih tak berpihak kepada Indonesia kendati sudah melangkah ke final sebanyak enam kali.

Pengalaman panjang Thailand di sepak bola Asia Tenggara juga diiringi memori indah ketika menghadapi Indonesia pada laga final di SUGBK. Itu terjadi 24 tahun lalu saat kedua tim bertemu di final Piala AFF 2002.

Dalam final yang dipenuhi penonton di SUGBK kala itu, gol Yaris Riyadi dan Gendut Doni Christiawan sempat membuat SUGBK bergemuruh pada babak kedua setelah mereka tertinggal dua gol lebih dulu di babak pertama lewat Chukiat Noosarung dan Therdsak Chaiman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

IMF: PDB Vietnam akan Lampaui Indonesia Tahun Ini

38 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
IMF: PDB Vietnam akan Lampa...
Olahraga
Marukawa Jadi Mimpi Buruk P...
Luar Negeri
Peretasan Kripto, Bagaimana...
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.