Memacu Pengolahan Sampah Organik untuk Kejar Target 2029
📅 Senin, 05 Okt 2026, 22:47 WIB | Oleh: Tim PenulisBalikpapan - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan memacu pengolahan sampah organik langsung dari sumbernya guna mengejar target pemangkasan volume sampah hingga 50 persen pada tahun 2029.
"Kalau sampah organik bisa kita olah dari sumbernya, yang masuk ke TPA nantinya hanya sampah residu. Ini yang terus kita dorong," kata Kepala DLH Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana di Balikpapan, Kaltim, Senin.
Sudirman memaparkan, volume timbulan sampah di Kota Balikpapan saat ini mencapai kisaran 550 ton per hari, sehingga penanganannya tidak bisa lagi hanya bertumpu pada kapasitas TPA Manggar.
Berdasarkan evaluasi tahun 2025, capaian pengurangan sampah di Balikpapan telah menyentuh angka 34 persen, atau melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebesar 30 persen.
Kendati demikian, DLH terus meningkatkan standar pengelolaan lingkungan agar mampu memenuhi target pengurangan sampah nasional sebesar 50 persen yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup untuk periode 2029.
Untuk merealisasikan target tersebut, pihak Pemkot mendorong keterlibatan aktif masyarakat tingkat RT, komunitas lingkungan, serta kalangan dunia usaha untuk mengolah limbah rumah tangga secara mandiri.
Sebagai bagian dari penguatan sarana di hilir, PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) menyalurkan bantuan 20 unit alat komposter untuk mendukung program Clean, Green, and Healthy (CGH) Balikpapan 2026.
Bantuan komposter tersebut didistribusikan ke kelurahan peserta program CGH untuk mengubah limbah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos berdaya guna.
Pengelolaan sampah dari hulu ke hilir di Kota Balikpapan membutuhkan alokasi pembiayaan yang cukup besar, yakni diperkirakan mencapai Rp95 miliar hingga Rp100 miliar setiap tahunnya.
Mengingat keterbatasan anggaran daerah, DLH Balikpapan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi sektor swasta untuk mengalokasikan program tanggung jawab sosial perusahaan di bidang kelestarian lingkungan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!