Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Masyarakat Adat Wehea Secara Intensif Menjaga Hutan Selama Kemarau Panjang

28 Senin, 05 Okt 2026, 22:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Masyarakat Adat Wehea Secara Intensif Menjaga Hutan Selama Kemarau Panjang Masyarakat Adat Wehea Secara Intensif Menjaga Hutan Selama Kemarau Panjang Doc: Antara
Ket. Para penjaga hutan lindung wehea atau Petkuq Mehuey yang menjaga hutan secara intensi selama kemarau panjang.

Sangatta - Kelompok masyarakat adat Wehea di Kecamatan Muara Wahau Kabupaten Kutai Timur intensif menjaga kawasan hutan lindung selama kemarau panjang dengan mengandalkan pengawasan dari kelompok penjaga hutan bernama Petkuq Mehuey.

“Penjagaan dilakukan secara intensif dengan menempatkan personel untuk berjaga langsung di dalam kawasan hutan selama satu bulan penuh,” ucap Ketua Perkuq Mehuey, Yuliana Wetuq, di Sangatta, Senin.

Ia menyampaikan penjagaan ketat di Hutan Lindung Wehea tersebut untuk mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat seiring kondisi cuaca kering dan minim curah hujan.

Hutan Lindung Wehea yang memiliki luas 38.000 hektare dipantau secara rutin oleh enam anggota penjaga hutan atau Petkuq Mehuey. Personel berjaga di dalam hutan untuk mendeteksi sedini mungkin potensi titik api maupun aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

Intensitas pengawasan menjadi penting mengingat hutan lindung wehea merupakan salah satu kawasan hutan yang memiliki nilai ekologis penting di Kutai Timur. 

“Perlindungan kawasan tidak hanya berkaitan dengan kelestarian tutupan hutan, tetapi juga menjaga habitat satwa serta sumber kehidupan masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.

Dia mengungkapkan penjagaan yang dilakukan selama satu bulan penuh tersebut turut membuahkan hasil. Hingga masa kemarau panjang berlangsung, kawasan tersebut tetap terjaga dan tidak terdampak karhutla sama sekali.

Yuliana memastikan pengawasan terus dilakukan walau kondisi cuaca di wilayah sana sudah cukup membaik.

Upaya tersebut menjadi bagian dari perlindungan kawasan secara langsung dengan mengandalkan kesiapsiagaan masyarakat yang berada di sekitar dan di dalam kawasan hutan.

Petugas Petkuq Mehuey juga menyisir pinggiran batasan hutan untuk menjaga adanya titik api atau karhutla yang berasal dari luar kawasan hutan lindung Wehea.

“Sudah beberapa kali hujan deras di sini. Tapi kami tetap mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
BMKG: Cuaca Panas Indonesia...

Menbud Ajak Masyarakat Rawat Persatuan Bangsa

18 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menbud Ajak Masyarakat Rawa...

Indonesia Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Year of Creativity 2027

28 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Ekonomi
Indonesia Ditunjuk Jadi Tua...

Mentan: Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani

31 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Mentan: Pemerintah Jamin Se...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi  Triliunan Rupiah

RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi Triliunan Rupiah

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.