Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Turut Memengaruhi Sistem Imun Pria

📅 Kamis, 01 Okt 2026, 07:18 WIB | Oleh:
Turut Memengaruhi Sistem Imun Pria Doc: Foto: Joshua Elz, Pusat Kanker Universitas Alberta
Ket. Hilangnya kromosom Y pada sel imun dalam darah adalah perubahan umum pada pria yang sering dikaitkan dengan penuaan – dan kanker tertentu.

SELAMA ini kromosom Y lebih dikenal karena perannya dalam menentukan perkembangan biologis laki-laki. Namun, penelitian dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa kromosom yang relatif kecil ini ternyata juga berkaitan dengan cara sistem kekebalan tubuh menghadapi kanker.

Petunjuk penting datang dari fenomena yang disebut loss of Y chromosome (LOY), yaitu hilangnya kromosom Y dari sebagian sel pada individu yang memiliki kromosom XY. Kondisi ini bukan berarti seorang pria kehilangan kromosom Y dari seluruh tubuhnya. Sebaliknya, kehilangan tersebut terjadi pada kelompok sel tertentu dan dapat membentuk pola mosaik.

Fenomena ini semakin sering ditemukan seiring bertambahnya usia. LOY pada sel darah juga telah dikaitkan dengan peningkatan risiko sejumlah penyakit, termasuk kanker. Namun, penelitian terbaru mulai memberikan gambaran mengenai kemungkinan mekanisme di balik hubungan tersebut: ketika kromosom Y hilang, bukan hanya sel yang mengalaminya yang berubah, tetapi fungsi sel imun di lingkungan tumor juga dapat terganggu.

Tidak Sekadar Menentukan Jenis Kelamin

Kromosom Y memang membawa gen penting untuk perkembangan biologis laki-laki, tetapi fungsinya tidak berhenti pada proses tersebut. Sejumlah gen pada kromosom Y terlibat dalam pengaturan aktivitas sel dan ekspresi gen. Karena itu, ketika kromosom Y hilang dari suatu sel, perubahan yang terjadi tidak selalu sebatas hilangnya satu paket materi genetik. Aktivitas sejumlah gen dan jalur biologis di dalam sel juga dapat berubah. Hal ini menjadi penting ketika LOY terjadi pada sel kanker maupun sel sistem kekebalan yang berada di sekitar tumor.

Penelitian yang diterbitkan di Nature pada 2025 menganalisis berbagai jenis tumor manusia dan model kanker pada tikus. Peneliti menemukan bahwa kehilangan kromosom Y pada sel kanker sering kali disertai LOY pada sel imun yang berada di lingkungan tumor. Pada sel imun tersebut, perubahan paling kuat terlihat pada sel T CD4+ dan CD8+.

Sel T merupakan bagian penting dari sistem kekebalan adaptif. Sel CD8+, misalnya, dapat mengenali dan menghancurkan sel yang dianggap abnormal, termasuk sel kanker. Jika kemampuan sel-sel tersebut terganggu, pengawasan terhadap tumor dapat menjadi kurang efektif.

Sel Kanker Berhadapan dengan Sistem Imun

Tubuh sebenarnya memiliki mekanisme pertahanan untuk mengenali dan mengendalikan sel yang mengalami perubahan berbahaya. Sel kanker harus melewati berbagai lapisan pertahanan tersebut agar dapat tumbuh dan berkembang.

Salah satu tantangan bagi tumor adalah sel T yang mampu mengenali dan menyerang sel kanker. Namun, kanker dapat mengembangkan mekanisme yang membuat respons tersebut melemah. Salah satunya adalah kondisi yang dikenal sebagai T-cell exhaustion, ketika sel T masih berada di lingkungan tumor tetapi kemampuan fungsionalnya untuk melawan kanker menurun.

Penelitian sebelumnya pada kanker kandung kemih menemukan bahwa tumor yang kehilangan kromosom Y dapat memicu disfungsi atau kelelahan sel T CD8+. Pada model tikus dengan sistem kekebalan yang masih berfungsi, tumor tanpa kromosom Y tumbuh lebih agresif dibandingkan tumor yang masih memiliki Y. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Strava Catat 33 Persen Akti...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.