Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kuningan Andalkan Teknologi Bioflok untuk Bangkitkan Ekonomi Desa

📅 Senin, 01 Jun 2026, 12:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kuningan Andalkan Teknologi Bioflok untuk Bangkitkan Ekonomi Desa Doc: ANTARA/ Fathnur Rohman
Ket. Kegiatan budidaya ikan lele di Kuningan, Jawa Barat.

KUNINGAN – Pengembangan budidaya ikan dengan sistem bioflok di tingkat desa menjadi salah satu inovasi yang berpotensi meningkatkan produktivitas sektor perikanan secara efisien dan berkelanjutan.

Teknologi ini memungkinkan pemeliharaan ikan dengan kepadatan tinggi, penggunaan air yang lebih hemat, serta biaya pakan yang lebih terkendali melalui pemanfaatan mikroorganisme dalam kolam.

Selain memperkuat ketahanan pangan dan sumber pendapatan masyarakat desa, penerapan bioflok juga dapat membuka peluang usaha baru serta mendorong pemberdayaan ekonomi lokal.

Jika didukung pelatihan dan akses pasar yang memadai, sistem ini berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi perdesaan berbasis perikanan modern.

Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menggencarkan pengembangan budidaya ikan sistem bioflok di tingkat desa dengan mengusulkan 100 hingga 150 titik lokasi budidaya baru untuk meningkatkan produksi perikanan daerah.

Kepala Diskanak Kabupaten Kuningan A. Taufik Rohman dalam keterangannya di Kuningan, Minggu (31/5), mengatakan program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program prioritas nasional bidang perikanan pada periode 2026-2029.

Menurut dia, pengembangan budidaya ikan tematik berbasis desa akan dilakukan melalui Kelompok Daya Kreasi Masyarakat Perikanan (KDKMP) yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Kuningan.

"Kami merencanakan untuk mengusulkan sekitar 100 hingga 150 titik lokasi budidaya bioflok yang tersebar di berbagai desa di Kabupaten Kuningan," katanya.

Ia menjelaskan rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang diikuti para camat, unit pelaksana teknis daerah (UPTD) perikanan dan peternakan, serta penyuluh perikanan guna menyamakan langkah pelaksanaan program.

Sistem bioflok dipilih, kata dia, karena mampu meningkatkan produktivitas budidaya ikan dengan pemanfaatan lahan yang lebih efisien dibandingkan metode konvensional.

Selain memperkuat produksi perikanan darat, pengembangan bioflok juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat melalui usaha budidaya yang dikelola secara berkelompok.

"Program ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor perikanan sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis desa," ujarnya.

Ia mengatakan pengembangan budidaya bioflok menjadi salah satu strategi untuk mengoptimalkan potensi perikanan air tawar yang dimiliki Kabupaten Kuningan.

Ia menambahkan pengembangan bioflok juga diproyeksikan untuk mendukung kebutuhan protein hewani dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus memperkuat kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Daerah
Anggota DPR Dorong Perlindu...
Nasional
Mentan: Stok Beras Lebih da...
Luar Negeri
Paus Sampaikan Solidaritas ...
Ekonomi
BI: Transaksi QRIS Bebas Bi...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.