Menyaksikan Hilangnya Gletser Abadi Indonesia
📅 Kamis, 28 Mei 2026, 00:02 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SDavid Ibel, seorang peneliti di Friedrich-Alexander-University Erlangen-Nürnberg dan penulis utama studi tersebut, mengatakan bahwa ekspedisi sangat membantu karena survei satelit terhambat oleh tutupan awan, bayangan yang terbentuk oleh topografi yang terjal, dan frekuensi satelit melintas di atas area yang diminati.
Drone yang dilengkapi dengan kamera beresolusi tinggi – seperti yang digunakan oleh Thymann – dapat memanfaatkan jendela waktu singkat tanpa awan untuk mengambil gambar dan melakukan georeferensi dengan presisi yang sangat tinggi, tambahnya.
Polusi karbon dan perusakan alam telah memanaskan planet ini sekitar 1,4°C sejak zaman pra-industri, membuatnya kurang layak untuk kehidupan manusia. Gletser diproyeksikan akan kehilangan seperempat massa globalnya pada tahun 2100, bahkan dalam skenario terbaik untuk pengurangan emisi, dengan konsekuensi yang menghancurkan bagi air minum dan ketahanan pangan.
Selain dampak lingkungan, kerugian bagi masyarakat setempat "tak terlukiskan," kata Ibel. "Sangat tidak mungkin gletser akan muncul kembali dalam ratusan tahun ke depan, yang berarti kerugian yang tak dapat dipulihkan bagi banyak generasi mendatang. Kita hanya bisa berharap bahwa hilangnya gletser tropis menggarisbawahi urgensi tindakan terhadap perubahan iklim antropogenik."
Sebaiknya Anda baca juga:
Gletser Puncak Jaya terletak di salah satu wilayah terbasah di Bumi dan sangat dipengaruhi oleh pola cuaca El Niño yang menghangatkan bumi, yang sangat kuat pada tahun 2023-2024 dan diperkirakan akan kembali tahun ini.
Thymann mengatakan bahwa tujuan sekunder ekspedisi tersebut, di mana Project Pressure bermitra dengan perusahaan teknologi geospasial Trimble dan Pix4D, adalah untuk menciptakan "bahtera Nuh visual" sebelum gletser menghilang sepenuhnya.
"Percayalah, saya jauh lebih suka ada es daripada kita harus membuat model 3D untuk generasi mendatang."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!