Inovasi Pemkot Mataram: Kampung Kuliner di Tiap Kelurahan Disiapkan Jadi Mesin Ekonomi Warga
📅 Kamis, 28 Mei 2026, 22:30 WIB | Oleh: Tim PenulisMATARAM – Mengoptimalkan perputaran ekonomi kreatif jadi langkah penting supaya peluang usaha dan lapangan kerja baru makin terbuka, terutama bagi anak muda dan pelaku UMKM.
Sektor ini punya potensi besar karena mengandalkan kreativitas, inovasi, dan tren pasar yang terus berkembang, mulai dari kuliner, fesyen, musik, film, hingga konten digital.
Kalau dikelola serius lewat dukungan promosi, pelatihan, dan akses pasar, ekonomi kreatif bukan cuma bisa menggerakkan bisnis lokal, tapi juga membuat daerah punya identitas dan daya tarik yang lebih kuat.
Karena itu, banyak daerah sekarang mulai aktif mendorong komunitas kreatif agar perputaran ekonomi di masyarakat makin hidup.
Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyiapkan konsep inovasi kampung kuliner atau spot UMKM di tingkat kelurahan sebagai pusat perputaran ekonomi kreatif agar pendapatan warga dan pelaku usaha kecil meningkat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Perinkop UKM) Kota Mataram Jemmy Nelwan di Mataram, Kamis (28/5), mengatakan, program kampung kuliner itu akan tersebar di 50 kelurahan se-Kota Mataram.
"Konsep itu sekarang dalam tahap perancangan, kami akan bekerja sama serta berkoordinasi dengan salah satu universitas untuk memaksimalkan potensi kuliner lokal secara terpadu," katanya.
Dikatakan, inovasi kampung kuliner sekaligus sebagai upaya meningkatkan wirausaha baru di Kota Mataram sebab pertumbuhan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kota Mataram saat ini terbilang sangat masif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan data per tahun 2025, jumlah UMKM di Kota Mataram terjadi penambahan sekitar 8.000 unit usaha baru, sehingga total UMKM di Mataram yang telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) kini mencapai 26.164 unit.
Menyikapi potensi yang besar itu, pada tahun 2026 pemerintah menargetkan peningkatan performa bagi UMKM yang telah mengikuti studi tiru agar usahanya semakin berkembang.
Seperti yang telah dilaksanakan pekan lalu pada 18-20 Mei 2026, pihaknya telah mendorong pelaku UMKM untuk "naik kelas" melalui program pelatihan inovatif dan studi tiru ke pabrik Bogasari, Surabaya, Jawa Timur.
Untuk tahap pertama, Dinas Perinkop UKM mengajak 10 pelaku UMKM yang merupakan perwakilan UMKM sukses antara lain Dewi Catering, Nutsafir Cookies, Bima Chicken, dan beberapa UKM lainnya.
Kunjungan tersebut dimaksudkan, agar para pelaku UKM dapat melihat langsung proses produksi skala besar, mulai dari bahan baku, proses pengemasan dan pemasaran sehingga ke depan, produksi UKM di Kota Mataram bisa "naik kelas" menjadi produk unggulan daerah baik dalam maupun luar negeri.
"Harapannya, mereka bisa membawa inovasi baru ke Mataram yang nantinya mampu membuka lapangan kerja lebih luas bagi masyarakat sekitar," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!