Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Imbas Gempa M 6,7, Warga Palu 'Panic Buying' BBM hingga Antre Panjang

📅 Selasa, 16 Jun 2026, 19:13 WIB | Oleh:
Imbas Gempa M 6,7, Warga Palu 'Panic Buying' BBM hingga Antre Panjang Doc: ANTARA/Rangga Musabar
Ket. Antrean kendaraan roda empat dan dua memadati SPBU di Jalan Imam Bonjol setelah gempa magnitudo 6,7 mengguncang Kota Palu, Selasa (16/6).

PALU, SULAWESI TENGAH - ‎Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Palu, Sulawesi Tengah, untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) setelah gempa bumi magnitudo 6,7 mengguncang wilayah tersebut pada Selasa (16/6).

Di sejumlah SPBU terlihat puluhan mobil dan sepeda motor mengantre untuk mengisi bahan bakar, tidak lama setelah gempa terjadi, seperti di SPBU Jalan Imam Bonjol dan SPBU Sisingamangaraja.

Warga dengan kendaraan tampak memadati SPBU karena khawatir terkait dengan kemungkinan gempa susulan dan kebutuhan mobilitas darurat.

‎Rahmat Arsyad, ‎salah satu warga Palu, mengaku langsung menuju SPBU untuk mengisi penuh tangki kendaraan setelah merasakan guncangan gempa cukup kuat.

‎‎"Setelah gempa tadi, saya langsung isi BBM karena khawatir kalau terjadi gempa susulan dan harus berpindah ke tempat yang lebih aman. Antreannya juga cukup panjang karena banyak warga pikiran sama," ujarnya. 

Seorang warga lainnya, Akbar Aba, mengaku peningkatan antrean terjadi di sejumlah SPBU yang ia lewati setelah terjadi gempa.

‎‎"Banyak kendaraan masuk ke SPBU. Mungkin masyarakat ingin berjaga-jaga supaya kendaraan siap digunakan sewaktu-waktu," kata dia.

Meskipun terjadi lonjakan jumlah konsumen, pelayanan di SPBU tetap normal. Petugas SPBU terlihat mengatur arus kendaraan untuk menghindari kemacetan di sekitar lokasi pengisian bahan bakar.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada pukul 10.27 Wita.

Episenter gempa berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer.

BMKG juga mencatat puluhan gempa susulan hingga siang hari sehingga masyarakat diimbau tetap waspada namun tidak panik serta mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait.

Hingga saat ini, sebagian warga masih memilih bertahan di area terbuka dan mempersiapkan kebutuhan darurat, termasuk memastikan ketersediaan bahan bakar untuk kendaraan guna mengantisipasi kemungkinan situasi darurat pasca-gempa.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu Trisno Yunianto mengatakan saat ini akses Jembatan Palu III untuk sementara ditutup karena ada bagian jembatan mengalami masalah setelah diguncang gempa.

Pemkot Palu dan kepolisian setempat melakukan rekayasa lalu lintas dengan menyiapkan jalur-jalur alternatif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
Megapolitan
Abu Vulkanik Gunung Anak Kr...
Olahraga
Lima Negara, Lima Juara! In...
Advertisement
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Jakarta? Polisi Bergerak, 1.200 Masker Dibagikan

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Jakarta? Polisi Bergerak, 1.200 Masker Dibagikan

07 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.