Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terobosan Baru! AI Dinilai Mampu Tingkatkan Transparansi Pengadaan Barang dan Jasa

📅 Jumat, 14 Agu 2026, 05:06 WIB | Oleh:
Terobosan Baru! AI Dinilai Mampu Tingkatkan Transparansi Pengadaan Barang dan Jasa Doc: Antara foto/HO-RMIT Indonesia
Ket. RMIT University Australia bersama BINUS University membantu organisasi di Indonesia menerapkan pengadaan barang dan jasa yang lebih berkelanjutan lewat pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).

JAKARTA - RMIT University Australia bersama BINUS University membantu Indonesia menerapkan pengadaan barang dan jasa yang transparan dan berkelanjutan melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).

RMIT Director Indonesia Tantia Dian Permata Indah dalam keterangan diterima di Jakarta, Kamis mengatakan pengadaan perlu dinilai sebagai instrumen strategis dalam mendorong transisi keberlanjutan Indonesia.

Menurutnya, ketika belanja pengadaan pemerintah melibatkan lebih dari seribu triliun rupiah, fungsi pengadaan tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai urusan administratif di belakang layar.

"Keberlanjutan menjadi nyata melalui keputusan sehari-hari: apa yang dibeli organisasi, dengan siapa mereka bekerja, standar apa yang harus dipenuhi vendor, dan bagaimana kinerjanya diukur," ujarnya.

Untuk itu, RMIT ingin membantu lembaga-lembaga di Indonesia memanfaatkan data dan AI secara bertanggung jawab agar keputusan tersebut lebih transparan dan berkelanjutan.

Menurut RMIT, pemanfaatan AI dapat membantu mempercepat proses evaluasi dan analisis data keberlanjutan. Namun, teknologi tersebut tetap membutuhkan pengawasan manusia agar hasil penilaian dapat dipertanggungjawabkan.

Diketahui, besarnya nilai belanja pemerintah menunjukkan bahwa pengadaan memiliki potensi strategis untuk mendorong ekonomi yang lebih hijau dan inklusif.

Pada 2025, total rencana umum pengadaan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah mencapai sekitar Rp1.193,6 triliun berdasarkan agregasi data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Dengan skala tersebut, keputusan mengenai barang dan jasa yang dibeli, vendor yang dipilih serta standar yang diterapkan dapat memberikan dampak luas bagi perekonomian, masyarakat, dan lingkungan.

Indonesia juga memiliki lebih dari 64 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja.

Karena itu, perubahan dalam praktik pengadaan dapat memberikan dampak luas bagi pelaku usaha, pekerja, dan masyarakat.

Salah satu instrumen yang dikembangkan adalah Sustainable Procurement Disclosure Index (SPDI). Indeks yang dikembangkan peneliti RMIT tersebut digunakan untuk mengukur sejauh mana perusahaan mengungkapkan praktik pengadaan berkelanjutan.

Kerangka SPDI menggunakan indikator yang mengacu pada standar pelaporan keberlanjutan Global Reporting Initiative (GRI).

BINUS menjadi salah satu mitra RMIT dalam memperluas penerapan indeks tersebut di kawasan Asia-Pasifik. Bersama sejumlah universitas di negara lain, Perguruan tinggi itu mengembangkan penilaian SPDI untuk perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
    Preview komentar:
    Pemberian masa tenggang atau grace period selama tiga ...
  • Berpotensi Melemah Terbatas, 13 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai pergerakan Rupiah hari ...
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
Olahraga
Lukaku Tinggalkan Napoli, G...

Waspada TPPO! Imigrasi Sulut Tunda Keberangkatan 500 WNI

23 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Daerah
Waspada TPPO! Imigrasi Sulu...
Daerah
Mengkhawatirkan Hoaks Makin...
Daerah
Gagal Beredar! Polisi Tangk...
Angin Segar Dunia Otomotif, Presiden Janjikan Insentif Kredit Ringan Tanpa DP Motor Listrik

Angin Segar Dunia Otomotif, Presiden Janjikan Insentif Kredit Ringan Tanpa DP Motor Listrik

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.