Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Iran Sambut Perundingan Damai dengan AS, tapi Sangat Hati-Hati

📅 Senin, 25 Mei 2026, 15:07 WIB | Oleh:
Iran Sambut Perundingan Damai dengan AS, tapi Sangat Hati-Hati Doc: AFP

TEHERAN - Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Sabtu (23/5) mengatakan bahwa negaranya berupaya untuk melindungi kepentingan nasional dan tetap sangat berhati-hati dalam negosiasi dengan Amerika Serikat.

Saat melangsungkan pertemuan dengan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir yang sedang berkunjung, Pezeshkian menyebutkan pelanggaran komitmen berulang oleh Washington, serangan terhadap Iran di tengah perundingan, serta pembunuhan tertarget terhadap para pejabat Iran sebagai dasar meluasnya ketidakpercayaan publik, menurut sebuah pernyataan kepresidenan.

Dalam kondisi seperti itu, Iran menempuh perundingan dengan mengandalkan "hubungan persaudaraan" dengan negara-negara sahabat, termasuk Pakistan, "tetapi tujuan utama kami semata-mata adalah untuk melindungi kepentingan bangsa Iran melalui solusi yang tepat," kata Pezeshkian.

"Kami hanya berupaya melindungi hak-hak rakyat kami yang sah dan sesuai hukum, tetapi sejarah dan pengalaman kami dalam berunding dengan AS mendorong kami untuk bersikap sangat berhati-hati," tuturnya, seraya menambahkan bahwa perang tidak pernah menguntungkan pihak mana pun dan hanya akan membawa kerugian bagi kawasan maupun dunia.

Munir, yang tiba di Teheran pada Jumat (22/5) malam waktu setempat, kembali menegaskan dalam pertemuan tersebut komitmennya terhadap stabilitas regional, menyambut baik kemajuan yang telah dicapai dalam perundingan, serta menyampaikan harapan agar perundingan membuahkan hasil yang positif bagi Iran dan negara-negara di kawasan.

Secara terpisah, kantor berita semiresmi Iran, Fars, pada Sabtu melaporkan bahwa jika Washington tidak menunjukkan fleksibilitas, perundingan damai dengan Teheran akan gagal.

Iran bersikeras untuk tidak membahas program nuklirnya pada tahap ini, menuntut pelepasan aset-asetnya yang dibekukan sebelum perundingan, serta melanjutkan kontrol dan pengelolaannya atas Selat Hormuz, demikian dilaporkan Fars, mengutip sumber yang mengetahui persoalan tersebut dan dekat dengan tim perundingan Iran.

Tidak akan ada perundingan jika tiga isu serius yang masih menjadi sumber perselisihan tidak diselesaikan, menurut laporan Fars.

Iran, AS, dan Israel mencapai gencatan senjata pada 8 April setelah 40 hari pertempuran yang dimulai dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Setelah gencatan senjata tersebut, delegasi Iran dan AS menggelar satu putaran perundingan damai di Islamabad, Pakistan, pada 11 dan 12 April, namun gagal menghasilkan kesepakatan.

Dalam beberapa pekan terakhir, kedua pihak dilaporkan telah saling bertukar sejumlah proposal yang menguraikan syarat-syarat untuk mengakhiri konflik melalui mediasi Pakistan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Wali Kota Bandung Tegaskan MPLS Bebas Perpeloncoan

56 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Wali Kota Bandung Tegaskan ...
Liburan di kebun binatang mini Taman Situ Cibinong Plaza Bogor

Liburan di kebun binatang mini Taman Situ Cibinong Plaza Bogor

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Sentimen Global Dominan, 13 Juli 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.