Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perwakilan ICRC Temui Aung San Suu Kyi

📅 Selasa, 04 Agu 2026, 02:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perwakilan ICRC Temui Aung San Suu Kyi Doc: AFP/MYANMAR'S PRESIDENTIAL PRESS AND INFORMATION B
Ket. Perwakilan ICRC, Arnaude de Baecque, bertemu dengan Aung San Suu Kyi (kiri) di sebuah lokasi rahasia di Naypyidaw, Myanmar, pada Senin (3/8). Pertemuan ini merupakan penampilan publik pertama Suu Kyi sejak ia ditahan dan digulingkan dari kekuasaan pada 2021.

YANGON – Pemimpin demokrasi Myanmar yang ditahan, Aung San Suu Kyi, pada Senin (3/8) bertemu dengan perwakilan Komite Internasional Palang Merah (ICRC), kata kelompok kemanusiaan itu. Ini adalah pertemuan publik pertamanya dengan pejabat asing sejak Suu Kyi digulingkan dalam kudeta tahun 2021.

Militer menggulingkan Suu Kyi pada Februari 2021, memenjarakan peraih Nobel Perdamaian tersebut dan memicu perang saudara yang masih berlangsung hingga kini, dan telah menewaskan lebih dari 100.000 orang menurut laporan sebuah lembaga pemantau internasional.

Seorang juru bicara ICRC mengatakan kepada AFP bahwa perwakilan tetapnya di Myanmar, Arnaud de Baecque, telah mengunjungi Suu Kyi pada Senin. “Kunjungan tersebut mencakup kesempatan untuk berbicara dengan Suu Kyi secara pribadi," kata ICRC dalam sebuah pernyataan.

Kantor Kepresidenan Myanmar sebelumnya mengumumkan pertemuan tersebut, merilis foto-foto Suu Kyi berjabat tangan dan duduk bersama dengan de Baecque.

Juru bicara ICRC membenarkan kebenaran kedua gambar tersebut, dan mengatakan bahwa kelompok tersebut tidak mengambil gambar-gambar itu.

"Kami senang melihat fotonya seperti ini. Sekarang kami tahu dia masih hidup," kata seorang politisi senior dari partai Liga Nasional untuk Demokrasi kepada AFP dengan syarat anonim. “Suu Kyi harus segera dibebaskan karena dia ditahan secara ilegal," imbuh politisi itu.

Sementara itu juru bicara pemerintah Myanmar, Khaing Khaing Soe, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pertemuan antara Suu Kyi dengan perwakilan ICRC tersebut berlangsung selama lebih dari 30 menit.

“Kesehatan Suu Kyi stabil dan dalam kondisi baik," kata dia.

Suu Kyi, yang kini berusia 81 tahun, dipindahkan ke tahanan rumah setelah Presiden Myanmar, Min Aung Hlaing, mengatakan bahwa ia telah meringankan sisa hukumannya.

Suu Kyi ditahan atas sejumlah tuduhan yang menurut kelompok hak asasi manusia direkayasa untuk menyingkirkannya dan Partai Liga Nasional untuk Demokrasi yang populer.

Seorang petugas cabang khusus kepolisian, yang berbicara secara anonim karena alasan keamanan, mengatakan bahwa pertemuan pada Senin berlangsung di rumah seorang mantan menteri di Ibu Kota Naypyidaw tempat Suu Kyi tinggal di bawah pengawasan.

Pihak berwenang di Myanmar sejauh ini belum mengungkapkan secara publik lokasi pasti penahanan Suu Kyi, maupun berapa tahun sisa hukumannya.

Alat Tawar

Sejak terjadi kudeta, Myanmar telah dikucilkan oleh sebagian besar komunitas internasional, tetapi para analis mengatakan Min Aung Hlaing saat ini berupaya untuk mendapatkan legitimasi internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

54 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.