Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebakaran Gudang Limbah Ancam Puluhan Ribu Warga Prancis

📅 Selasa, 04 Agu 2026, 02:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebakaran Gudang Limbah Ancam Puluhan Ribu Warga Prancis Doc: AFP/ROMAIN PERROCHEAU
Ket. Tim petugas PMK asal Ukraina rehat sejenak usai mereka membantu memadamkan kebakaran di Prancis pada Senin (3/8). Kebakaran hebat di Prancis sejauh ini dilaporkan telah menghanguskan 42.000 hektare lahan.

STRASBOURG - Sebuah gudang limbah industri terbakar pada Minggu (2/8) di Prancis, kata pihak berwenang, mengeluarkan asap menyengat hidung yang menyebabkan sakit kepala bagi warga dan membuat pihak berwenang sempat meminta sekitar 30.000 orang untuk tetap tinggal di dalam ruangan.

“Kebakaran tersebut terjadi di Desa Gandrange di timur laut pada Minggu pagi, tetapi berhasil dikendalikan pada sore hari,” kata juru bicara pertahanan sipil setempat, Geraldine Chambeaudie.

Penyebab kebakaran itu hingga saat ini masih belum diketahui.

Media lokal melaporkan asap terlihat hingga sekitar 15 kilometer jauhnya di Kota Metz.

Amandine Vecchio, 34 tahun, mengatakan dia terkejut dengan asap tersebut ketika dia keluar dari sebuah bioskop di Kota Amneville. "Baunya mengerikan, dan langsung membuat saya sakit kepala," tutur dia.

Vecchio mengatakan bahwa dia menyuruh putrinya yang berusia delapan tahun untuk meletakkan boneka mainannya di depan mulut dan hidungnya, dan menelepon putranya yang remaja di rumah untuk memberitahunya agar membawa anjing dan kucing mereka ke dalam rumah dan menutup jendela.

Pejabat Desa Clouange di dekatnya, Clement Deriu, mengatakan asap tersebut menyebabkan sakit kepala. "Dari apa yang saya dengar, asap ini membuat orang mual," ucap dia.

Kebakaran Hutan

Prancis sebelumnya telah diguncang oleh kebakaran hutan selama musim panas, termasuk kebakaran terbesar di negara itu sejak 1949 yang telah menghancurkan sekitar 42.000 hektare

hutan pinus di sepanjang pesisir Atlantik, serta meluluhlantakkan sekitar 240 rumah yang dilaluinya.

Tak hanya itu, ratusan turis pun terpaksa hengkang akibat bencana kebakaran hebat itu.

Kebakaran di hutan pinus dekat ibu kota penghasil anggur Bordeaux itu berhasil dikendalikan pada Minggu (2/8), lebih dari sepekan setelah berkobar, tetapi petugas pemadam kebakaran masih terlihat terus berupaya memadamkan api yang masih aktif di beberapa area.

“Kebakaran hebat yang melanda Prancis saat ini sudah terkendali," kata Perdana Menteri Sebastien Lecornu pada sebuah sesi wawancara dengan mingguan La Tribune Dimanche akhir pekan lalu.

Tahun lalu, Organisasi Meteorologi Dunia mengatakan kebakaran hutan dapat menyebarkan campuran polutan beracun hingga ribuan kilometer jauhnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.