Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Waspadai Risiko Kerusakan Panen Pertanian

📅 Selasa, 04 Agu 2026, 02:40 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Tiongkok Waspadai Risiko Kerusakan Panen Pertanian Doc: AFP
Ket. Seorang petani di wilayah Wanrong di Provinsi Shanxi utara, sedang memanen gandum pada 11 Juni tahun lalu. Pada Senin (3/8) sebuah peramal cuaca komersial melaporkan bahwa ancaman gelombang panas akan mengakibatkan kerusakan tanaman di kawasan pertanian utama di Tiongkok.

BEIJING – Ladang jagung, padi, dan kapas di Tiongkok berisiko tinggi mengalami kerusakan tanaman dalam beberapa hari mendatang karena gelombang panas melanda wilayah pertanian utama di bagian utara dan timur negara itu.

“Gelombang panas ini terjadi akibat sistem cuaca bertekanan tinggi yang menyebabkan kondisi lebih panas dari biasanya pekan ini, dengan Shenyang di Provinsi Liaoning timur laut akan mengalami suhu tertinggi 35-38 derajat Celsius hingga hingga 6 Agustus. Sementara Beijing akan mencapai kisaran suhu rendah hingga pertengahan 30 derajat Celsius hingga akhir pekan,” lapor peramal cuaca komersial Vaisala, Senin (3/8).

Di Provinsi Shandong yang merupakan lahan pertanian penyumbang 10 persen dari produksi jagung Tiongkok, peringatan gelombang panas dikumandangkan sejak pekan lalu dimana suhu pada kisaran 30-an derajat Celsius akan terjadi hingga setidaknya 5 Agustus dan hal ini bisa mengurangi hasil panen jagung musim panas ini. “Kelembapan tinggi yang disebabkan oleh aliran monsun yang lembap juga dapat meningkatkan risiko penyakit tanaman,” lapor Vaisala.

Lebih jauh ke utara, para pejabat di Liaoning dimana wilayah ini menyumbang sekitar 7 persen dari produksi jagung nasional, juga telah menyatakan keprihatinan mereka.

“Tanaman pangan utama seperti jagung dan padi saat ini berada pada tahap pertumbuhan kritis, dan kehilangan kelembaban tanah semakin cepat di lereng bukit dan daerah berpasir,” kata Pemerintah Kota Jinzhou pada 31 Juli lalu.

Secara terpisah, ahli meteorologi Vaisala, Kyle Tapley, mengatakan bahwa ada juga potensi tekanan panas pada tanaman jagung dan kedelai di Liaoning dan Mongolia Dalam.

Gelombang panas terik diperkirakan akan melanda Xinjiang, wilayah otonom di barat laut Tiongkok tempat hampir seluruh kapas negara itu ditanam.

Peringatan Dini

Dalam pemberitahuan peringatan dini pekan lalu, pusat iklim regional memperkirakan suhu yang meluas setidaknya 35 derajat Celsius hingga 11 Agustus, dengan Turpan, di sebelah tenggara ibu kota regional Urumqi, mencapai suhu setinggi 50 derajat Celsius.

“Suhu tinggi yang berkepanjangan dapat berdampak negatif pada pengisian biji jagung, pertumbuhan buah kapas, dan pembesaran buah, yang menyebabkan pertumbuhan terhambat, terbakar sinar matahari, dan pematangan dini,” ungkap Pusat Iklim Daerah Otonomi Xinjiang Uygur dalam laporan di sebuah buletin.

Gelombang panas dan kekeringan yang terus berlanjut juga dapat mengurangi produksi kapas Xinjiang hingga 5 persen pada bulan Agustus, menurut perusahaan peramal cuaca komersial Marcus Weather Inc.

Tiongkok bukanlah satu-satunya negara yang terdampak gelombang panas terbaru. Di Korea Selatan, suhu tertinggi yang pernah tercatat yaitu 42,5 derajat Celsius, dilaporkan terjadi pada akhir pekan lalu di Kota Yangsan, bagian tenggara negara itu. ST/Bloomberg/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Prancis Terguncang Kerugian...
Luar Negeri
Afghanistan-Pakistan Terlib...
Luar Negeri
Mesir Siap Pasang Badan Ban...
Nasional
Mendagri Serahkan Jabatan K...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.