Tiongkok dan AS Bahas Pengurangan Tarif Barang Senilai Rp529 Triliun
📅 Kamis, 21 Mei 2026, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SBeijing – Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) sepakat membuka pembicaraan mengenai pengurangan tarif timbal balik terhadap barang senilai sedikitnya 30 miliar dollar AS atau sekitar 529 triliun rupiah untuk masing-masing pihak. Kesepakatan itu diumumkan Kementerian Perdagangan Tiongkok pada Rabu (20/5), beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump melakukan kunjungan kenegaraan ke Beijing dan bertemu Presiden Xi Jinping.
Dilansir dari The Straits Times, dalam pernyataannya, Kementerian Perdagangan Tiongkok menyebut kedua negara akan membahas kerangka kerja pengurangan tarif melalui Dewan Perdagangan yang baru dibentuk. Barang-barang yang menjadi kepentingan bersama nantinya akan dikenakan tarif berdasarkan perlakuan most-favored nation (MFN) atau bahkan lebih rendah.
“Dalam kerangka Dewan Perdagangan, kedua pihak sepakat untuk membahas perjanjian kerangka mengenai pengurangan tarif timbal balik pada produk dengan volume serupa, senilai 30 miliar dollar AS atau lebih untuk masing-masing pihak,” demikian pernyataan kementerian tersebut.
Beijing menilai implementasi kesepakatan ini dapat membantu menstabilkan dan memperluas perdagangan bilateral antara dua ekonomi terbesar dunia sekaligus menjadi contoh kerja sama global yang lebih terbuka. Kedua negara juga disebut akan menjaga komunikasi erat dan segera memulai langkah implementasi konkret.
Hubungan dagang Tiongkok-AS sepanjang 2025 sempat memanas akibat perang tarif yang saling dibalas. Ketegangan mulai mereda setelah Trump dan Xi mencapai gencatan senjata perdagangan selama satu tahun dalam pertemuan di Korea Selatan pada Oktober lalu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski demikian, analis Pinpoint Asset Management Zhiwei Zhang menilai potensi pengurangan tarif tersebut belum cukup besar untuk mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi secara signifikan.
“Meskipun demikian, ini adalah langkah positif ke arah yang benar. Selama kedua negara berdialog untuk menstabilkan hubungan bilateral, ini adalah kabar baik bagi investor global,” kata Zhang.
Selain pembahasan tarif, Kementerian Perdagangan Tiongkok juga mengumumkan pemulihan izin sejumlah eksportir daging sapi AS yang sebelumnya dicabut saat ketegangan perdagangan memuncak. Beijing juga mengonfirmasi rencana pembelian 200 pesawat Boeing, meski belum merinci jenis pesawat yang akan dibeli.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sektor strategis lain seperti unsur tanah jarang, kedua negara disebut akan bekerja sama menyelesaikan kekhawatiran masing-masing pihak secara “sah dan sesuai hukum”, meski belum ada detail lebih lanjut terkait pembatasan ekspor yang sebelumnya diterapkan Tiongkok.
Sepakati Tarif
Sementara itu di Eropa, Uni Eropa (UE) dan parlemen negara-negara anggotanya juga mencapai kesepakatan untuk mempercepat implementasi pakta perdagangan dengan AS. Kesepakatan itu diambil setelah Presiden Trump mengancam akan memberlakukan tarif baru yang lebih tinggi jika ratifikasi tidak selesai sebelum 4 Juli.
Blok beranggotakan 27 negara tersebut sebelumnya telah menyepakati tarif 15 persen untuk sebagian besar barang Eropa dalam perjanjian di Turnberry, Skotlandia, pada Juli 2025. Namun implementasinya sempat tertunda karena perdebatan internal di parlemen UE.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyambut baik tercapainya kompromi tersebut.
“Bersama-sama, kita dapat memastikan perdagangan transatlantik yang stabil, dapat diprediksi, seimbang, dan saling menguntungkan,” ujar von der Leyen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!